Gantikan Indra Sjafri, PSSI Tunjuk Bima Sakti Jadi Pelatih Sementara Timnas Indonesia U-19

Jumat,24 November 2017 - 15:54:45 WIB Di Baca : 4268 Kali

Riauaktual.com - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih sementara Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 menggantikan Indra Sjafri dan Cristian Gonzales akan menempati posisi sebagai asisten pelatih. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua PSSI, Edy Rahmayadi.

“Sementara kami percayakan Bima Sakti dan (Cristian) Gonzales. Bima Sakti sementara menangani usia (timnas) U-19 dibantu oleh Gonzales,” ujar Edy, seperti dilansir Goal Indonesia, Jumat (24/11/2017).

"Tapi, pembimbingnya adalah Luis Milla. Kami harapkan nanti itu ada taraf meningkat (soal permainan) dan berlanjut sehingga seirama (saling berhubungan antara Timnas U-19 dengan U-23). Gonzales sebagai pembantu atau asisten, bukan sebagai coach utama (jadi lisensi B AFC aman),” sambungnya.

PSSI tidak ingin ada kekosongan kepelatihan di Timnas Indonesia U-19 meski tidak ada turnamen atau kompetisi yang diikuti saat ini. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan Luis Milla yang saat ini melatih Timnas Indonesia U-23 dijadikan pelatih kepala usia muda.

“Luis Milla akan menjadi pelatih kepala usia muda dan perpanjangan tangan konsep usia muda PSSI. Milla akan menjadi pelatih U-23, sedangkan asisten pelatih U-23 akan menjadi pelatih kepala U-19. Adapun asisten pelatih U-19, nantinya akan menjadi pelatih U-16,” ungkap Tisha.

“Dengan konsep ini, diharapkan akan terjadi komunikasi dan pembinaan yang baik di masa transisi dari Indra Sjafri ke Bima Sakti. Indra sendiri akan membantu area football development yang sebenarnya,” jelasnya.

Tisha mengatakan PSSI sedang fokus mengembangkan pembinaan usia muda. Ia menyebut program tersebut sebagai persiapan Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2034. Indra masih memiliki durasi kontrak menangani Timnas Indonesia U-19 hingga Desember 2017. Setelah itu, PSSI akan kembali mendiskusikan kontrak untuk jabatan baru Indra termasuk dalam pengembangan usia muda.

“Fokus Federasi kini lebih diarahkan kepada program usia muda dengan mengadopsi kurikulum filosofi sepakbola Indonesia yang telah diluncurkan bulan lalu. Lewat program pengembangan sepakbola, kami menyiapkan mimpi besar tampil di Piala Dunia 2034. Untuk menuju ke sana, seperti tertuang dalam peta jalan PSSI, kita harus tampil lebih dulu di Olimpiade 2024 untuk mengukur pantas tidaknya kita bermain di Piala Dunia,” tutupnya. (wan)

 

Sumber: okezone.com


Share Tweet Google + Cetak

Loading...
Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com