Sejarah Terpisahnya Korea Selatan dan Korea Utara

Sejarah Terpisahnya Korea Selatan dan Korea Utara
Korea Selatan dan Korea Utara. Istimewa

Riauaktual.com - Korea, semenjak pemisahan antara Korea Selatan dan Korea Utara pada pertengahan abad ke-20, telah menjadi panggung bagi peristiwa sejarah yang mempengaruhi kedua negara.

Bahkan, memainkan peran penting dalam politik global. Mari kita menjelajahi sejarah terpisahnya Korea Selatan dan Korea Utara.

1. Pembebasan dari Penjajahan Jepang
- Setelah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945, Jepang menyerahkan kendali atas Korea, yang mereka jajah sejak 1910.

Pembebasan ini memicu pembentukan dua rezim yang terpisah.

2. Garis Paralel ke-38
- Pada tahun 1945, Amerika Serikat dan Uni Soviet menyepakati pembagian Korea di sepanjang garis paralel ke-38.

Uni Soviet menduduki wilayah utara, sementara Amerika Serikat menduduki wilayah selatan.

3. Pemilihan Umum dan Pembentukan Negara-Negara Terpisah
- Pada tahun 1948, pemilihan umum diadakan di wilayah utara dan selatan. Pada Agustus 1948, Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) diproklamasikan di bawah pimpinan Kim Il-sung.

Tak lama kemudian, Republik Korea (Korea Selatan) diproklamasikan di bawah pimpinan Syngman Rhee.

4. Perang Korea (1950-1953)
- Pada tahun 1950, Perang Korea meletus ketika pasukan Korea Utara menyerbu Korea Selatan.

Amerika Serikat dan sekutu internasional campur tangan untuk mendukung Korea Selatan, sementara Uni Soviet dan Tiongkok mendukung Korea Utara.

Perang ini berakhir pada tahun 1953 dengan gencatan senjata, meninggalkan garis demarkasi yang hingga hari ini menjadi DMZ (Zona Demiliterisasi Korea).

5. Era Pembangunan Ekonomi (1953-1990an)
- Pasca Perang Korea, kedua negara memulai perjalanan mereka menuju pembangunan ekonomi.

Korea Selatan berkembang pesat menjadi kekuatan ekonomi global dengan pertumbuhan yang luar biasa, sementara Korea Utara mengalami perkembangan yang lebih lambat dan bergantung pada dukungan dari Uni Soviet dan Tiongkok.

6. 1990an hingga Sekarang
- Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, perubahan politik global, termasuk keruntuhan Uni Soviet, berdampak pada hubungan internasional.

Korea Utara mengalami krisis ekonomi dan kelaparan. Meskipun ada upaya untuk dialog dan perdamaian, hubungan antara kedua Korea tetap tegang.

7. Program Nuklir Korea Utara
- Sejak tahun 2000-an, Korea Utara telah mengembangkan program nuklirnya, menyebabkan ketegangan dengan komunitas internasional.

Serangkaian percobaan nuklir dan peluncuran rudal oleh Korea Utara telah menyulitkan upaya perdamaian di Semenanjung Korea.

8. Pertemuan Pemimpin
- Meskipun masih terdapat ketegangan, pertemuan antara pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan pada tahun 2018 membawa harapan baru untuk perdamaian.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, bertemu untuk pertama kalinya dalam sejarah.

9. Upaya Diplomatik Internasional
- Komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok, telah terlibat dalam upaya diplomatik untuk menyelesaikan ketegangan dan mencapai perdamaian di Semenanjung Korea.

Meskipun tantangan besar masih ada, harapan untuk penyelesaian damai tetap hidup.

Sejarah Korea Selatan dan Korea Utara mencerminkan kompleksitas hubungan internasional, perubahan politik, dan konsekuensi dari pembagian yang terjadi lebih dari setengah abad yang lalu.

Meskipun terpisah secara politik, keduanya tetap merupakan bagian penting dari sejarah dan identitas Korea.

 

 

Sumber: Pojosatu.id

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index