Ini 5 Tanda yang Ditunjukkan Bayi ketika sedang Kedinginan

Ini 5 Tanda yang Ditunjukkan Bayi ketika sedang Kedinginan
Ilustrasi bayi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Olesya Feketa

Riauaktual.com - Salah satu kesulitan yang biasa dialami oleh orangtua adalah dalam mengetahui perasaan buah hati terutama ketika saat bayi. Karena bayi belum dapat berbicara, maka tangisan mereka bisa memiliki berbagai macam maksud.

Salah satu tanda yang perlu diketahui oleh orangtua terkait kondisi buah hati mereka adalah pada saat bayi sedang kedinginan. Hal ini penting karena bayi tidak memiliki kemampuan untuk mengatur temperatur dalam tubuh seperti yang dilakukan orang dewasa.

Menurut Mayo Clinic, bayi bisa kehilangan panas tubuh dari sejumlah bagian yang tidak terlindungi seperti kepala, tangan, atau kaki. Dilansir dari Romper, Dr. Daniel Ganjian, dokter anak dari Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California, mengingkapkan bahwa kemampuan bayi untuk mengatur suhu ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia terutama pada usia 3 hingga 4 tahun.

Pada saat bayi tidak menggunakan pakaian yang cukup tebal di cuaca yang dingin, bahkan mereka bisa mengalami hipotermia. Mempertahankan bayi tepat hangat ini merupakan hal yang penting terutama di masa-masa awal kehidupannya.

Memastikan kondisi bayi tetap hangat ini juga bisa diketahui dengan melihat sejumlah tanda yang menunjukkan bahwa bayi sedang kedinginan. Dilansir dari Romper, berikut sejumlah hal yang menjadi tanda bahwa buah hati sedang kedinginan.

Tangan dan Kaki yang Dingin

Secara mudah, tangan dan kaki yang dingin merupakan tanda hilangnya temperatur tubuh dan merupakan bagian tubuh palingh terbuka. Tangan dan kaki bayi harus selalu terasa hangat seperti pada bagian tubuh yang lain.

Kondisi dingin ini selain bisa dikenali di tangan dan kaki, juga dapat dilihat dari bagian belakang leher mereka.

Kulit Memucat

Pada saat bayi kedinginan, besar kemungkinan bahwa kulit mereka tampak lebih pucat dibanding kondisi normal. Ketika kulit yang memucat ini disertai dengan kondisi lemas dan tak aktif, maka hal ini bisa jadi tanda hipotermia.

Jika bayi tampak dalam kondisi ini, disarankan untuk segera menyelimuti tubuh mereka. Kamu juga bisa menambahkan pennggunaan topi untuk menutupi kepala dan menjaganya tetap hangat.

Lebih Rewel

Pada masa-masa awal kedinginan, bayi biasanya tampak lebih rewel dibanding sebelumnya. Pada saat bayi mengalami hal ini dan disertai tanda-tanda lain sebelumnya, disarankan untuk menutupi tubuhnya dan juga bisa menambahkan penggunaan kaus kaki atau pakaian yang lebih hangat.

Sering Bersin

"Pada saat bayi mulai bersin, biasanya hal ini menjadi tanda mereka kedinginan. Hal ini terjadi karena respons hubungan ke hipotalamus, bagian tubuh yang mengatur temperatur tubuh," terang Ganjian.

Hal ini menyebabkan mengapa bayi biasanya bersin saat sedang ganti baju. Terjadinya hal ini merupakan sebuah kondisi yang normal dan tak berarti bahwa bayi sedang demam.

Tampak Lebih Diam dan Lemas

Salah satu tanda bahaya dari bayi yang kedinginan adalah ketika mereka tampak lebih diam dan lemas. Hal ini bisa menjadi tanda terjadinya hipotermia pada bayi ketika badan bayi tak dapat menghangatkan dirinya sendiri.

"Ketika bayi menjadi diam dan tak banyak bergerak, hal ini bisa menjadi tanda bahwa mereka kedinginan," terang Ganjian.

Menghangatkan badan bayi pada saat tidur mungkin dilakukan, namun hal ini tak sesederhana memasang selimut lebih tebal. Kamu bisa memindah bayi ke ruangan yang lebih hangat. Pada saat bangun, terdapat lebih banyak cara yang bisa dilakukan.

 

 

 

Sumber: Merdeka.com

Berita Lainnya

index