Akhirnya Penyebar Video Paspampres Pecahkan Spion Mobil Minta Maaf

Akhirnya Penyebar Video Paspampres Pecahkan Spion Mobil Minta Maaf
ilustrasi Paspampres. ©2017 Biro Pers Istana

Riauaktual.com - Beredar video viral di media sosial, pengemudi mobil dan pemilik akun instagram @taufan_gilbert yang mengeluh kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tindakan Paspampres yang merusak kaca spion miliknya. Terlihat pengemudi mobil diduga memainkan ponsel karena merekam perjalanan tersebut dan tiba-tiba ada bunyi terantuk, tak lama kemudian pengemudi motor melewatinya.

Akhirnya pengemudi itu pun memperlihatkan spion kacanya yang pecah sembari tetap menyetir mobil, dan mengeluhkan hal ini kepada Jokowi.

"Pak Jokowi tolong pak itu pak rombongannya, lewat lewat aja nggak usah ngerusak spion juga kali, Pak," katanya.

Terkait hal tersebut Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan kejadian itu terjadi pada Jumat (24/12) di Tol Bogor. Dia juga menjelaskan Taufan sudah meminta maaf kepada pihak Paspampres lantaran telah melakukan kesalahan dalam berkendara.

"Iya, saat memberikan ganti spion dan yang bersangkutan mengakui agak pindah jalur ke kanan karena sambil merekam pakai HP dan itu membahayakan pengendara di belakangnya siapa pun itu karena tidak sadar mobil mengarah ke kanan," kata Heru sebagaimana dikutip dari merdeka.com, Senin (27/12).

Heru menjelaskan pengendara mobil tersebut pun sudah menuliskan surat pernyataan lantaran melakukan tindakan yang berbahaya. Dalam video yang didapat merdeka.com, Taufan meminta kepada masyarakat dan paspampres lantaran telah menyalahi UU nomor 22/2009.

"Hal tersebut terjadi karena saya menggunakan handphone saat mengendarai mobil saat merekam video rombongan presiden sehingga tanpa saya sadari laju mobil saya mengarah ke kanan jalan. hal tersebut menyalahi UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan," kata dia dalam video tersebut.

"Oleh sebab itu saya meminta maaf atas tindakan tersebut. Semoga dapat menjadi pelajaran kepada seluruh rakyat Indonesia agar tidak terulang kembali," pungkasnya.

 

 

Sumber: Merdeka.com

Berita Lainnya

View All