Pencarian

Podcast Kelupas

LAM Minta Polda Riau Tegakkan Slogan Melindungi Tuah Menjaga Marwah

Sabtu, 02 Mei 2026 • 16:01:00 WIB
LAM Minta Polda Riau Tegakkan Slogan Melindungi Tuah Menjaga Marwah
Tangkapan layar video Iwan Pansa memaki Tokoh Adat Suparman

PEKANBARU (RA)  - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau angkat bicara mengenai video viral perseteruan Iwan Pansa dengan sejumlah Tokoh Adat yang terjadi di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Timbalan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Datuk Tarlaili mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. 

"Kita sangat menyayangkan, seorang Ketua Ormas PP Pekanbaru tidak ada itikad baik. Kalau mau berunding dengan siapa pun di negeri ini harus hargai juga orang tua. Apalagi saat itu ada Ketua DPH LAMR Rohil, ada datuk dari MKA dan DPH LAMR," kesalnya.

Dirinya juga menyoroti etika Iwan Pansa yang membentak Datuk Taufiq Tambusai saat menanyakan tujuan Iwan Pansa.

"Beliau bertanya ada apa, malah dibentak oleh Iwan sambil mengeluarkan kata-kata kotor, dan Iwan pun melanjutkan memaki-maki Suparman dengan kata-kata tak pantas diucapkan seorang ketua ormas. Divideokan pula," kata Datuk Tralili. 

"Kalau seperti ini, Iwan itu tidak tahu adab dan tak tahu sopan santun. Padahal kita di negeri Bumi Lancang Kuning ini sangat menjunjung itu. Kalau dia tahu sopan santun dan adap tidak seperti itu, pasti diajak Suparman berunding baik-baik," tambahnya. 

Karena itu, Datuk Tralili berharap Kepolisian Daerah (Polda) Riau segera memproses aksi premanismen, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di Bumi Lancang Kuning kedepannya. 

"Kami sangat percaya dengan Polda Riau yang memiliki semboyan 'Melindungi Tauh, Menjaga Marwah'. Filosofi ini memiliki makna yang dalam, menekankan perlindungan kekayaan alam dan harga diri masyarakat," katanya.

"Kami harap agar yang bersangkutan dapat ditahan, hapuskan permanisme di Riau. Dan LAMR juga akan memberikan sanksi adat," tegasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks