Pencarian

Podcast Kelupas

Kartini di Perkebunan Sawit: Perempuan PalmCo Tembus Batas, dari Direksi hingga Lapangan

Kamis, 30 April 2026 • 15:42:50 WIB
Kartini di Perkebunan Sawit: Perempuan PalmCo Tembus Batas, dari Direksi hingga Lapangan
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Hilda Savitri yang juga Pembina Srikandi PalmCo.

JAKARTA (RA) – Industri perkebunan kelapa sawit selama ini lekat dengan citra dunia kerja laki-laki. Medan kerja yang berat dan tuntutan fisik kerap menjadi alasan dominasi kaum pria. 

Namun, perlahan stigma itu mulai bergeser. Di PTPN IV PalmCo, perempuan kini tampil sebagai 'Kartini masa kini' yang membuktikan bahwa sektor ini juga menjadi ruang untuk berkarya dan memimpin.

Direktur Utama Jatmiko Santosa mengungkapkan, PalmCo berkomitmen membuka peluang setara tanpa memandang gender.

"Industri perkebunan memang identik dengan dunia kerja pria. Namun di PalmCo, tidak ada batasan bagi siapa pun untuk berkarya dan memimpin, termasuk perempuan," ujarnya.

Saat ini, jumlah karyawan perempuan di PalmCo mencapai sekitar 7,6 persen dari total tenaga kerja. Meski masih tergolong kecil, kontribusi mereka dinilai memberi warna baru dalam budaya kerja perusahaan.

Untuk mendorong pemberdayaan, PalmCo menghadirkan komunitas Srikandi PalmCo yang menjadi wadah bagi lebih dari 5.000 pekerja perempuan. Di dalamnya, para karyawan dapat bertukar pengalaman, meningkatkan kapasitas diri, hingga memperluas jejaring profesional.

Tak hanya itu, perusahaan juga menyediakan fasilitas pendukung seperti nursery dan daycare di sejumlah unit kerja. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu karyawan perempuan menyeimbangkan peran sebagai profesional sekaligus ibu.

"PalmCo ingin menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, progresif, dan ramah keluarga," kata Jatmiko.

Dari sisi kepemimpinan, sebanyak 278 perempuan kini menduduki posisi strategis. Rinciannya, satu orang di jajaran direksi, dua kepala divisi, satu kepala bagian, tujuh general manager atau manager, serta 267 di level Board of Director -2 dan -3.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Hilda Savitri yang juga Pembina Srikandi PalmCo mengajak para perempuan untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman.

"Kunci menjadi Kartini masa kini adalah konsistensi belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan siap menghadapi tantangan," ujarnya.

Menurut Hilda, perempuan PalmCo diharapkan tak hanya berkontribusi bagi perusahaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat luas.

Salah satu sosok inspiratif datang dari lapangan. Arhamna, Manajer Kebun Kemitraan PTPN IV Regional III di Riau, menjadi bukti nyata perempuan mampu memimpin di sektor yang didominasi pria.

Perempuan berusia 46 tahun itu telah lebih dari dua dekade berkarier di PalmCo. Kini, ia menjadi ujung tombak kemitraan dengan tujuh koperasi yang melibatkan lebih dari 5.000 petani di Kabupaten Rokan Hulu.

Tantangan tak ringan harus dihadapi, terutama saat berinteraksi dengan petani yang mayoritas laki-laki. Namun, Arhamna mengandalkan komunikasi terbuka dan transparansi dalam kepemimpinan.

Hasilnya, dalam dua tahun terakhir, ia berhasil mendorong ratusan petani mitra menuju sertifikasi internasional Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sebuah standar global untuk perkebunan sawit berkelanjutan.

"Saya menikmati tugas ini. Ini adalah kepercayaan yang harus saya jaga. Saya bangga ketika petani mitra juga tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Bagi PalmCo, kesetaraan gender bukan sekadar wacana. Perusahaan meyakini bahwa organisasi akan lebih kuat jika seluruh potensi sumber daya manusia diberdayakan tanpa diskriminasi.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa industri sawit Indonesia mulai bertransformasi, membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi, tak hanya di balik meja, tetapi juga di garis depan perkebunan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks