Pencarian

Podcast Kelupas

Komitmen Dukung Program Pemerintah, RAPP Targetkan Tekan Prevalensi Stunting

Kamis, 30 April 2026 • 13:01:14 WIB
Komitmen Dukung Program Pemerintah, RAPP Targetkan Tekan Prevalensi Stunting
Pertemuan Diseminasi Praktik Baik dan Percepatan Stunting oleh PT RAPP

PEKANBARU (RA) - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Salah satunya menekan angka prevalensi stunting di Provinsi Riau.

Stakeholder Relation Manager PT RAPP Wijatmoko Rah Trisno menyebutkan target utama pihaknya menekan angka stunting di seluruh wilayah operasional.

"Kami menetapkan target ambisius untuk berkontribusi dalam menurunkan prevalensi stunting hingga di bawah 14 persen secara umum di wilayah operasional, dengan target spesifik penurunan hingga 50 persen di desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan," katanya, Kamis (30/4/2026) 

Wijatmoko mengatakan salah satunya melalui kegiatan utama yakni pendampingan teknis, advokasi, penguatan layanan posyandu, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"RAPP juga menghadirkan program Rumah Anak Sigap sebagai layanan pengasuhan anak yang berfokus pada psikososial dan edukasi bagi orang tua," katanya.

Dikatakannya, seluruh upaya penanganan stunting ini berbasis data yang terus diperbarui setiap tahun. Dari data terkini, pihaknya mencatat adanya peningkatan capaian pada 2024 - 2025 terhadap daerah-daerah yang sudah diintervensi.

"Kami mencatat adanya peningkatan terhitung pada 2024 hingga 2025. Sehingga target 2026 ditetapkan harus menunjukkan hasil yang lebih signifikan,” ujarnya.

Wijatmoko mengakui bahwa daerah seperti Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti dan Bengkalis, masih memerlukan perhatian dan pola intervensi yang disesuaikan.

"Untuk ketiga daerah itu, akan tetap dievaluasi untuk menentukan tindakan intervensi yang paling tepat sesuai karakteristik di daerah masing-masing," katanya.

Kemudian, dikatakan Wijatmoko, pihaknya juga mengupayakan peningkatan kompetensi kader. Di mana, pada data E-PPGBM 2025 menunjukkan hasil yang sangat positif di lima kabupaten. Yakni, sebanyak 114 desa telah mencapai prevalensi stunting kurang dari 14 persen.

"Jumlah ini meningkat lima desa dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian peningkatan kompetensi kader, yakni sebanyak 858 telah dilatih Pelatihan 25 Keterampilan Dasar pada tahun 2025," katanya.

Kemudian, sebanyak 635 kader juga telah mengikuti coaching Komunikasi Antar Pribadi. Setelahnya, juga peningkatan kehadiran di posyandu. Di mana, angka partisipasi masyarakat (D/S) menunjukkan tren positif, meningkat dari 55,9% menjadi 57,9 persen dalam periode satu tahun terakhir.

"Kami juga mengupayakan perbaikan status gizi melalui intervensi PMT Pemulihan, tercatat sejumlah balita telah berhasil memperbaiki status gizinya ke arah normal (meskipun dengan persentase yang masih perlu ditingkatkan)," pungkasnya.
 

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks