Pencarian

Podcast Kelupas

Siak Jadi Tujuan Migrasi Penduduk Tertinggi di Riau

Kamis, 07 Mei 2026 • 15:36:00 WIB
Siak Jadi Tujuan Migrasi Penduduk Tertinggi di Riau
Perpindahan orang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, Kabupaten Siak menjadi tujuan tertinggi perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain di Provinsi Riau, baik melampaui batas administratif maupun dengan tujuan menetap.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, Rabu (6/5/2026) kemarin.

Dari hasil sensus migrasi di 12 kabupaten/kota di Riau, mobilitas penduduk kini memiliki karakter berbeda sebagai daerah tujuan maupun daerah asal migrasi.

"Migrasi seumur hidup didefinisikan sebagai perbedaan antara kabupaten/kota tempat tinggal saat survei dengan tempat lahir. Tempat tinggal mengacu pada tempat biasa menetap minimal satu tahun atau kurang dari satu tahun tetapi berniat menetap," ujarnya.

Dari data sensus itu, Kabupaten Siak mencatat persentase migrasi masuk seumur hidup tertinggi sebesar 44,01 persen, diikuti Kampar 43,66 persen, dan Pekanbaru 42,02 persen.

Sementara, Pelalawan sebesar 39,32 persen, disusul Dumai 37,49 persen, Rokan Hulu 36,29 persen, dan Rokan Hilir 35,69 persen.

Kemudian, Indragiri Hulu dan Bengkalis masing-masing mencatat 27,94 persen dan 27,83 persen, serta Kuantan Singingi 21,51 persen.

"Migrasi seumur hidup menjadi indikator utama untuk melihat pergerakan penduduk dalam jangka Panjang," ungkapnya.

Sebaliknya, dua daerah dengan migrasi masuk terendah adalah Indragiri Hilir sebesar 9,80 persen dan Kepulauan Meranti hanya 7,62 persen.

justru yang mengejutkan untuk migrasi keluar seumur hidup, di Kepulauan Meranti tercatat cukup tinggi yakni mencapai 21,38 persen, diikuti Indragiri Hilir 14,31 persen dan Bengkalis 16,80 persen.

"Hal ini menunjukkan masih kuatnya arus keluar dari wilayah-wilayah tersebut," ulas Asep.

Selain itu, indikator migrasi risen atau perpindahan dalam lima tahun terakhir juga memperlihatkan perubahan arah mobilitas penduduk yang cukup signifikan.

"Kampar menjadi kabupaten dengan migrasi masuk risen tertinggi sebesar 9,44 persen dan migrasi keluar hanya 2,12 persen. Ini menunjukkan daya tarik Kampar yang semakin kuat," kata Asep.

Siak juga mencatat migrasi masuk risen sebesar 4,49 persen dan keluar 2,25 persen. Indragiri Hulu turut menunjukkan tren positif dengan masuk 3,59 persen dan keluar 2,30 persen.

Rokan Hulu (masuk 3,34 persen dan keluar 2,71 persen), Pelalawan (masuk 3,05 persen dan keluar 2,31 persen), dan Rokan Hilir (masuk 2,83 persen dan keluar 2,28 persen) juga masih mencatat selisih positif, meski lebih kecil.

Di sisi lain, Pekanbaru justru mengalami kondisi sebaliknya. Kota ini mencatat migrasi keluar risen sangat tinggi sebesar 12,69 persen, jauh melampaui migrasi masuk yang hanya 4,28 persen.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks