Meski Sudah Divaksin, Patuhi Prokes Harus Tetap Dilakukan

Meski Sudah Divaksin, Patuhi Prokes Harus Tetap Dilakukan
Suryadi saat ikuti vaksin yang dilakukan Puskesmas Teluk Pinang.

Riauaktual.com - Suryadi tampak sumringah. Pria berumur 59 tahun ini rela berantrian agar bisa ikut vaksinasi Covid-19.

Warga Teluk Pinang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau ini ikut vaksin yang digelar Puskesmas Teluk Pinang, Ahad (5/12/2021). Ya, tenaga kesehatan (Nakes) Teluk Pinang jemput bola untuk pelaksanaan vaksinasi.

Tujuannya, agar sebelum perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) 2021 ini, target vaksinasi 70 persen tercapai.

Apalagi vaksinasi Covid-19 saat ini menjadi yang paling dianjurkan pemerintah. Sebab, vaksin untuk memperkuat imunitas tubuh agar terhindar dari virus corona. Vaksinasi juga menjadi jalan untuk bisa melakukan semua kegiatan. 

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang divaksin, maka semua kegiatan bisa dilakukan seperti seperti biasa, yakni sebelum adanya wabah pandemi virus corona tersebut.

Menurut Suryadi, dirinya ikut vaksin karena ikuti anjuran pemerintah guna memutus mata rantai Covid-19. Vaksin yang dilakukannya saat ini untuk yang kedua.

''Saya sudah dua kali vaksin dan tidak ada efek yang terjadi pada saya,'' katanya.

Suryadi berharap semua masyarakat dapat mengikuti vaksinasi yang telah difasilitasi oleh Satgas Penanganan Penyebaran Covid-19 diantaranya melalui Puskesmas Teluk Pinang.

"Alhamdulillah saya bersama keluarga telah mengikuti vaksinasi yang dilaksanakan Puskesmas Teluk Pinang. Walaupun telah divaksin, kami diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun,dan menjauhi kerumunan," kata Suryati.

Sementara, Kepala Puskesmas Teluk Pinang, Kusma Hendra menjelaskan, saat ini capaian vaksinasi untuk Desa Teluk Pantaian masih 34.4 persen dari 1.354 sasaran. Makanya, untuk kejar target pihaknya memilih jemput bola ke setiap desa.

Hendra menyebut, langkah mendatangi ke setiap desa ini dilakukan mengingat antusias masyarakat mengikuti vaksinasi karena jangkauan masyarakat ke Gerai Vaksin memakan waktu cukup lama.

''Makanya, untuk mempercepat vaksinasi Puskesmas selaku leading sector merubah pola vaksinasi mendatangi desa bagi masyarakat yang belum divaksin,'' katanya lagi.

''Kita yang tergabung dalam Tim Satgas Penanganan Penyebaran Covid-19 Kecamatan GAS, mendatangi masyarakat kita yang berdomisili di desa karena masih banyak belum mengikuti vaksinasi," tambahnya.

Masih kata Hendra, bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang takut divaksin karena terlanjur termakan informasi hoaks tentang vaksinasi vaksin Covid-19, Satgas dan petugas vaksinator turun langsung langsung untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tersebut. Setelah mendapat penjelasan pentingnya vaksinasi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, masyarakat bersedia untuk divaksin.

Sementara itu Kepala Desa Teluk Pantaian, Abu Kasim mengatakan, bahwa pihak Pemerintah Desa Teluk Pantaian turut memberikan dukungan percepatan vaksinasi yang diintruksikan oleh pemerintah kecamatan dan Kabupaten.

"Terdata 1.354 sasaran vaksinasi untuk warga Desa Teluk Pantaian, yang telah divaksin 491, yang akan disuntik 863 warga jadi kurang lebih 30 persen yang susah mengikuti vaksinasi," jelas Abu Kasim.

Abu Kasim berharap dari jumlah warga yang belum divaksin mengikuti vaksinasi guna membentuk kekebalan kelompok,dan mengejar target zero persen di Desember ini.

"Jangan takut lagi untuk divaksin, semua masyarakat kita juga mengikuti vaksinasi," imbuhnya.

Gubernur Riau (Gubri), H Syamsuar MSi menyampaikan, bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara agar terbentuknya herd immunity. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Riau untuk mengikuti program vaksinasi ini.

"Vaksin itu tak sakit, saya sudah dua kali divaksin. Jadi mari kita ikuti vaksinasi ini," ucapnya.

Gubri mengungkapkan, tidak hanya orang dewasa dan Lansia, anak-anak umur 12 tahun keatas sudah bisa mengikuti vaksinasi. 

Menurutnya, vaksinasi ini bertujuan agar masyarakat terhindar dari Covid-19. Kalaupun tertular, efeknya tidak terlalu berat bagi tubuh.

"Anak-anak dua belas tahun ke atas juga harus divaksin. Vaksin ini dua kali," ucapnya.

Ia menerangkan, pemerintah terus berupaya agar stok vaksin di Provinsi Riau terpenuhi. Sehingga stok vaksin ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat yang ingin divaksin.

"Vaksin perlu kita galakkan di Provinsi Riau. Kenapa perlu vaksin ini, untuk kesehatan kita semua," ungkapnya.

Selain mengikuti vaksinasi, Syamsuar juga meminta masyarakat untuk tetap menggunakan masker serta tetap menjalankan protokol kesehatan. Karena saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir dan masker menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan Covid-19. Jdi

Berita Lainnya

index