Miliki Peran Besar Bagi Kesehatan, Kompetensi Lakukan Sunat Terus Didorong Lebih Baik

Redaksi

Jumat, 26 November 2021 - 07:37:50 WIB | Cetak


Sunat Massal di Pondok Pesantren Darusshofa. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah


Riauaktual.com - Salah satu hal yang menjadi kewajiban bagi pria muslim adalah disunat atau khitan. Pada saat ini, terdapat berbagai metode sunat yang bisa dipilih oleh seseorang.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Daeng Faqih, S.H., M.H mendorong dokter meningkatkan kompetensi melakukan tindakan sirkumsisi atau sunat.

"Sunat bagian pelayanan kesehatan kompetensi dokter. Kami senang kalau kompetensi ini terus didorong menjadi baik," kata dia beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Menurut Daeng, sunat dianjurkan baik itu dari sisi budaya maupun kesehatan. Dari sisi budaya, masyarakat sudah sejak lama menerapkan tindakan ini pada anak laki-laki, sementara dari segi kesehatan sunat diketahui memiliki manfaat seperti mencegah berbagai penyakit termasuk infeksi saluran kemih (ISK).

"Dari segi kesehatan, potensi tempat tertumpuknya kesehatan dan memicu berbagai penyakit (bila tidak disunat). Oleh karena itu sunat sangat baik bagi kesehatan, kehidupan dan budaya," kata dia.

Saat ini, tersedia berbagai metode sunat mulai dari konvensional hingga klem dan di antaranya sudah melewati proses asesmen Kementerian Kesehatan yang berarti penilaian tentang efikasi dan keamanan sudah direkomendasikan.

Penggunaan Metode Klem untuk Sunat

Daeng berharap, metode sunat yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan salah satunya diperkenalkan dokter spesialis bedah saraf dari Universitas Indonesia, dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS bisa diperkenalkan kepada masyarakat dan dokter.

Metode yang diperkenalkan ini yakni modern klem diklaim menjadi solusi sunat dan direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mahdian mengatakan, metode ini membuat tindakan sunat menjadi lebih mudah, praktis dan nyaman.

Metode klem menggunakan sistem penguncian dengan cara diputar untuk menjamin klem hanya dapat digunakan satu kali.

"Klem didesain oleh putra bangsa, untuk mempermudah dokter dalam melakukan sunat, namun juga memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak," kata dia.

Sunat, seperti dikutip dari Mayo Clinic merupakan operasi pengangkatan kulit yang menutupi ujung penis. Prosedur ini cukup umum untuk anak laki-laki yang baru lahir di beberapa bagian dunia. Sunat setelah periode bayi baru lahir dimungkinkan.





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index