Riauaktual.com - Pada tahun 2018 lalu kabar mengejutkan datang dari Kelurahan Bajugan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah tepatnya pada 4 Agustus 2018. Sekitar pukul 10.00 WIT, seorang wanita bernama Hasni (28) ditemukan di sela-sela batu besar yang mirip gua.
Hasni diketahui sudah menghilang selama 15 tahun yang lalu. Hasni diduga menjadi korban penculikan seorang dukun yang sudah cukup dikenal di desanya. Anehnya, jarak antara rumah korban dengan pelaku cukup dekat.
Setelah menemukan Hasni, pihak kepolisian pun kemudian mengamankan penculiknya. Dan kemudian akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut atas aksi penculikan tersebut.
"Benar, anak ini sudah hilang sejak 2003," kata Kapolres Tolitoli, AKBP M Iqbal pada Minggu (5/8/2018) kemarin.
Ditemukannya Hasni berawal dari laporan Makmun (63), ayah korban, warga Dusun Panyapu, Desa Galumpang, Kecamatan Dako Pamean, Tolitoli. M Iqbal mengatakan, pelaku bernama Jago (83) dan merupakan paranormal terkenal di Bajugan.
"Pelaku adalah paranormal yang sudah terkenal di sini," lanjutnya.
Sementara itu, Kapolsek Dakopamean Ipda Dickri Sukarjo yang turut dalam penemuan Hasmi mengungkapkan, pelaku penculikan adalah seorang pria tua, warga Desa Bajugan bernama Jago.
“Setelah mendapat laporan warga, kami mengunjungi orang tua korban untuk sama-sama melakukan penangkapan terhadap si pelaku,” kata Dickri.
Korban jelas Kapolsek ditemukan pada siang hari dalam kondisi memprihatinkan. Pelaku menyembunyikan korban dibalik sebuah batu besar yang menyerupai gua di lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah pelaku.
“Ada ruangan kecil berukuran satu meter setengah kali satu meter setengah di dalam batu itu dan ada tempat tidur berupa dipan yang terbuat dari anyaman bambu. Lokasinya perbukitan tak jauh dari rumah pelaku,” sebutnya.
Kondisi korban sendiri saat ditemukan lanjut Dickri masih dalam keadaan trauma. Korban tak bisa diajak bicara sehingga belum banyak informasi yang bisa dihimpun penyidik berkaitan modus penculikan itu.
Malam dibawa ke rumah pelaku tapi siangnya tidak diketahui warga
Aksi pelaku kaya Dickri terungkap setelah berkembang informasi dikalangan warga Desa Bajugan bahwa pelaku sering terlihat membawa seorang anak gadis ke rumahnya jika malam hari tiba. Akan tetapi, masyarakat tidak pernah melihat anak gadis itu di rumah pelaku pada siang hari.
“Jadi mungkin kalau malam pelaku membawa korban ke rumahnya. Sekitar subuh dini hari baru disembunyikan lagi ke dalam batu. Karena memang lokasinya tak jauh dari rumah pelaku,” ujarnya.