PEKANBARU (RA) - Maraknya aksi begal di Kota Pekanbaru mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Salah satunya dirasakan para relawan dapur SPPG yang harus berangkat bekerja pada dini hari demi menyiapkan kebutuhan makanan sejak pagi.
Ketakutan itu dirasakan Esti, seorang relawan dapur SPPG di Pekanbaru. Ia mengaku cemas setiap kali harus melintasi Jalan Garuda Sakti KM 2, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, yang belakangan disebut rawan aksi kriminalitas.
Kekhawatiran itu muncul setelah kembali terjadi dugaan aksi begal pada Minggu pagi di kawasan tersebut, tepatnya di depan Masjid Raya Ubudiyah. Lokasi itu diketahui menjadi salah satu jalur yang setiap hari dilalui Esti menuju tempat kerjanya.
“Takut pergi kerja. Kami berangkat kerja sekitar jam setengah 4 pagi,” ujar Esti dengan nada khawatir, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang masih gelap dan sepi saat dini hari membuat para pekerja, khususnya perempuan, merasa tidak aman. Apalagi, informasi mengenai aksi begal belakangan ramai dibicarakan warga dan menyebar di media sosial maupun grup percakapan.
Ia berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli, terutama pada jam-jam rawan ketika masyarakat mulai beraktivitas. Sebab, banyak pekerja yang terpaksa berangkat sebelum subuh demi mencari nafkah.
“Kalau bisa ada patroli rutin. Kami ini berangkat kerja masih gelap, jalan juga sepi,” katanya.
Warga sekitar juga mengaku resah dengan situasi tersebut. Mereka meminta adanya penerangan jalan tambahan dan pengawasan keamanan yang lebih ketat di kawasan Garuda Sakti yang dikenal cukup ramai dilalui masyarakat pada pagi dan malam hari.