Gedung Utama Perkantoran Baru Pemko Pekanbaru (int)

Kejari Usut Embung Komplek Perkantoran Pemko Pekanbaru

Jumat,14 September 2018 - 17:20:27 WIB Di Baca : 490 Kali

Riauaktual.com - Meski sampai saat ini belum ada laporan terkait penyimpangan pembangunan embung yang berada di komplek perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di Tenayan Raya. Kejari Pekanbaru, berencana akan mendalami isu tersebut.

Untuk melakukan pengusutan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru melalui Jaksa berencana dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan ke lapangan.

Rencana tersebut, setelah adanya laporan masyarakat yang melaporkan adanya kerusakan disejumlah bagian embung, yang belum genap berumur satu tahun itu. 

Kondisi di lapangan, terlihat pada embung yang berada di gerbang komplek perkantoran itu terlihat retak-retak pada bagian tiang (sheet pile). Tak hanya itu, bendungan juga terlihat retak pada bagian bawahnya.

Selain itu, pada bagian lantai atas tampak turun. Terlihat juga pada tanah timbunan lebih rendah, atau turun dari permukaan. Kemudian pada paving blok pada permukaan bendungan, tidak tersusun rapi, dan berantakan. 

Bahkan permukaannya terlihat tidak rata. Kondisinya lebih rendah dibanding dinding bendungan. Pengecoran juga terlihat asal-asalan.

Saat ini juga kondisi embung juga belum terlihat kegunaannya. Dikarenakan, jalur yang seharusnya dijadikan aliran air, masih tertimbun tanah. Sementara itu terlihat rumput-rumput liar pun bertumbuhan dijalur yang seharusnya dijadikan aliran air.‎

Proyek ini terlihat di website lpse.pu.go.id, proyek ini bernama: Pembangunan Embung Kawasan Perkantoran Kota Pekanbaru. Pembangunannya mengganggarkan dana yang bersumber dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2016.

Lelang proyek ini dimenangkan oleh PT Tarum Jaya Mandiri dengan harga penawaran Rp6,512 miliar. Sementara itu, untuk pengerjaannya dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera III Provinsi Riau, dengan pagu anggarannya Rp8,138 miliar. 

Pada tahun 2017 lalu,  proyek tersebut kembali dikerjakan dengan judul di lpse.pu.go.id yaitu Pembangunan Embung di Kawasan Perkantoran Kota Pekanbaru (Lanjutan).‎

Berbeda dengan sebelumnya, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Fajar Berdasi Gemilang, dengan harga penawaran Rp11.975.060.000.

Akan tetapi belum genap setahun, embung yang berada di komplek perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru di Tenayan Raya, terancam tidak bisa digunakan. Sejumlah bagian bendungan terlihat rusak, memberi kesan proyek dikerjakan asal-asalan.

Menyikapi permasahan ini, Sri Odit Megonondo selaku Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, mengaku pihaknya belum menerima laporan secara resmi terkait dugaan penyimpangan tersebut. Meski begitu, Odit berjanji akan mendalami informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat itu.

''Akan kita dalami informasi tersebut,'' kata Sri Odit, Jumat (14/9/2018).

Proses pendalaman itu, katanya, dilakukan dengan meminta klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait dalam proyek tersebut. ''Agar lebih jelas, tentunya kita juga akan turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut,'' ujarnya. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...