Riauaktual.com - Ular merupakan salah satu hewan berbisa yang sangat mematikan di dunia. Dengan satu gigitan kecil saja, nyawa manusia bahkan hewan besar lainnya bisa berakhir dalam hitungan menit. Alhasil, ular menjadi salah satu hewan yang kerap dihindari manusia.
Meski demikian, berbeda halnya dengan pria yang satu ini. Ia justru membiarkan ular berbisa menggigitnya hanya untuk membuat vaksin. Menurut sebuah penelitian yang disponsori WHO, hingga 138.000 orang meninggal setiap tahun karena gigitan ular, dan 400.000 orang yang bertahan hidup mengalami cacat permanen.

Dengan tingginya angka kematian ini, para peneliti melakukan studi menggunakan pengujian hewan. Berbagai produsen menciptakan anti-racun untuk gigitan ular yang mematikan ini, tetapi satu orang memiliki cara lain sebagai solusinya.
Adalah Tim Friede, orang yang memiliki lebih dari 200 gigitan ular selama hidupnya, untuk menjadi lebih kebal terhadap racun ular dari spesies yang berbeda. Melalui karyanya, ilmuwan amatir ini berharap menciptakan penangkal terhadap gigitan ini.
Selama 16 tahun terakhir, Friede telah digigit oleh ular beracun lebih dari 700 kali, termasuk seekor ukar mamba hitam. Di rumahnya yang terletak di Wisconsin, Amerika Serikat, Friede memiliki taipan, mamba hitam , dua ekor ular derik dan kobra air.