Riauaktual.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi sedang dalam masa pengembangan untuk membentuk cara manusia dan robot saling berinteraksi. Dalam perkembangannya, kecerdasan buatan dan teknologi masuk dalam wilayah praktik ritual berbau agama.
Dikutip dari CNBC, Sabtu 12 Mei 2018, kecerdasan buatan dan teknologi melahirkan kitab suci elektronik sampai robot yang bisa bertugas sebagai pendeta. Kecerdasan buatan dan teknologi digital di satu sisi bisa meningkatkan praktik keagamaan umat.
Bisa dilihat bagaimana muslim di seluruh dunia mengunduh aplikasi Pro Muslim. Aplikasi ini menjadi andalan bagi sebagian muslim, sebab aplikasi ini menyediakan fitur jadwal salat, doa-doa, kompas alat kiblat sampai menandakan waktu matahari terbit dan tenggelam. Pada bulan suci ramadan, aplikasi ini juga akan menyesuaikan waktu imsak dan berbuka puasa sesuai lokasi pengguna.
Di Timur Tengah dan Asia, umat muslim yang berusia 16-30 tahun mempunyai jiwa komunitas agama yang aktif dan kuat. Hasil survei Pew Research Center 2017 menunjukkan, Palestina yang negara muslim yang kurang dalam segi finansial, ternyata pengguna smartphone-nya Palestina mencapai 57 persen. Berbeda dengan Jerman yang angkanya berada di bawah 60 persen.