Pencarian

Podcast Kelupas

Kenapa Perut Langsung Mulas Setelah Makan? Ini Kata Dokter

Ahad, 08 November 2026 • 06:19:23 WIB
Kenapa Perut Langsung Mulas Setelah Makan? Ini Kata Dokter
Ilustrasi perut mulas setelah makan.

RIAUAKTUAL (RA) - Pernahkah kamu merasa ingin buang air besar (BAB) padahal baru saja selesai makan? Kondisi ini seringkali menjadi pertanyaan mengapa hal itu bisa terjadi.

Ternyata, ada penjelasan medis dari fenomena tersebut. Lalu, apakah rasa mulas yang muncul setelah makan itu normal?

Dokter Spesialis Gizi Klinik (Sp.GK) yang juga memiliki sertifikasi AIFO-K (Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis), dr. S Dian Rachmawati, Sp.GK, AIFO-K dalam unggahan video di akun Instagramnya, @dr.sdianr, beri penjelasan soal kondisi tersebut.  Dalam unggahan itu, ia menjelaskan bahwa ada penjelasan medis di balik fenomena BAB langsung sehabis makan.

Hal itu dinamakan dengan gastrocolic reflex. Gastrocolic Reflex merupakan respons alami lambung saat terisi makanan yang akhirnya merangsang usus besar berkontraksi dan BAB.

“Ada penjelasan medisnya lho. Baru bangettt beres makan, ehhh langsung mules mau BAB??! Ini namanya gastrocolic reflex, respons alami saat lambung terisi makanan dan merangsang usus besar berkontraksi. Jadi, bukan makanan yang baru dimakan langsung keluar, ya!” tulis dr. Dian.

dr. Dian menuturkan bahwa hal itu bisa saja sering terjadi atau bahkan jarang pada seseorang. Sebab, respons usus, pola makan, hormon dan sensitivitas pencernaan setiap orang berbeda-beda.

“Orang dengan IBS (Irritable Bowel Syndrome atau sindrom iritasi usus) juga bisa lebih mudah mules dan ingin BAB setelah makan,” ujar dr. Dian.

Meski demikian, dr. Dian juga menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak otomatis menjadi indikator bahwa tubuh sehat. Hal itu dikarenakan frekuensi normal orang dewasa dalam BAB berkisar di tiga kali sehari sampai tiga kali seminggu.

“Selama feses normal, tidak nyeri, dan tidak ada keluhan lain, umumnya aman. Tapi kalau disertai diare menetap, darah pada feses, nyeri berat, atau berat badan turun tanpa sebab, jangan diabaikan. Kesehatan pencernaan bukan cuma soal frekuensi BAB!” pungkas dr. Dian.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks