Pencarian

Podcast Kelupas

Perkuat Layanan Kesehatan, Keperawatan Riau Didorong Naik Kelas

Rabu, 04 November 2026 • 14:45:00 WIB
Perkuat Layanan Kesehatan, Keperawatan Riau Didorong Naik Kelas
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Zulkifli.

PEKANBARU (RA) - Konferensi Keperawatan Universitas Riau (Unri) yang menghadirkan narasumber nasional hingga internasional dari lima negara, mendapatkan apresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau karena dinilai menjadi wadah pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan transformasi praktik keperawatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Zulkifli, menyampaikan, bahwa konferensi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, dan tenaga kesehatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan dunia keperawatan.

"Kami sangat bangga, karena melalui konferensi ini paling tidak akan banyak informasi dan ilmu yang bisa didapat oleh mahasiswa keperawatan Unri serta para peserta lainnya," ujar Zulkifli, Rabu (4/11/2026).

Konferensi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Unri, Sofyan Husein Siregar, melalui pemukulan gong. Pembukaan tersebut turut didampingi Kadiskes Riau Zulkifli dan Dekan Fakultas Keperawatan Unri, Wan Nisfha Dewi.

Konferensi tersebut digelar di Pekanbaru, 4 November 2026, dengan mengangkat tema transformasi praktik keperawatan melalui inovasi, penelitian, dan kolaborasi global untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut Zulkifli, transformasi praktik keperawatan merupakan bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan di Provinsi Riau.

Ia menjelaskan, konsep keperawatan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada tindakan pengobatan, tetapi juga mencakup seluruh tahapan pelayanan kesehatan. Mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, pemulihan, hingga pendampingan pasien dalam jangka panjang.

"Keperawatan berkelanjutan harus dimaknai sebagai penguatan peran perawat dalam seluruh tahapan pelayanan kesehatan, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, pemulihan hingga pendampingan pasien dalam jangka panjang," ungkapnya.

Zulkifli menambahkan, keberhasilan transformasi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan tenaga keperawatan.

Penguatan sumber daya manusia, pemerataan tenaga perawat, revitalisasi fasilitas kesehatan, serta peningkatan kapasitas pelayanan primer dan rujukan juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.

"Melalui penguatan sumber daya manusia, pemerataan tenaga keperawatan, revitalisasi fasilitas kesehatan, serta peningkatan kapasitas pelayanan primer dan rujukan, diharapkan masyarakat Riau dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses, berkualitas, dan berkesinambungan," terangnya.

Ia berharap perawat dapat terus meningkatkan kompetensi dan mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan masyarakat Riau yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keperawatan Unri, Wan Nisfha Dewi, mengatakan konferensi tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik keperawatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang akademik bagi para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta tenaga kesehatan untuk berbagi gagasan, hasil penelitian, dan inovasi.

"Konferensi ini menjadi ruang akademik bagi para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta tenaga kesehatan untuk berbagi gagasan, hasil penelitian, dan inovasi dalam pengembangan praktik keperawatan yang berkelanjutan," jelas Wan.

Ia menyebutkan, kehadiran narasumber dari lima negara diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta mengenai perkembangan praktik keperawatan, inovasi pelayanan kesehatan, serta pemanfaatan hasil penelitian.

Selain itu, kolaborasi lintas negara dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan global yang semakin kompleks.

Wan berharap konferensi tersebut dapat melahirkan gagasan dan inovasi baru yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

"Kita berharap, dengan kegiatan ini, akan lahir lebih banyak lagi berbagai gagasan dan inovasi yang tidak hanya memperkuat perkembangan ilmu keperawatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke depannya," harapnya.
 

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks