Pencarian

Podcast Kelupas

Ekspor Riau Tembus US$16,92 Miliar, Sawit Jadi Penopang Utama

Senin, 02 November 2026 • 16:25:00 WIB
Ekspor Riau Tembus US$16,92 Miliar, Sawit Jadi Penopang Utama
Ilustrasi ekspor.

PEKANBARU (RA) – Kinerja ekspor Provinsi Riau menunjukkan tren positif sepanjang Januari-September 2026. Nilai ekspor Riau tercatat mencapai US$16,92 miliar atau meningkat 6,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Peningkatan tersebut terutama ditopang sektor nonmigas yang mencatatkan nilai ekspor sebesar US$16,47 miliar atau tumbuh 10,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Asep Riyadi, mengatakan kenaikan ekspor nonmigas menunjukkan kontribusi besar komoditas industri pengolahan terhadap perdagangan luar negeri Riau.

"Nilai ekspor Riau Januari-September 2026 mencapai US$16,92 miliar atau naik 6,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$16,47 miliar juga naik 10,58 persen," jelasnya, Senin (2/11/2026).

Sementara itu, khusus September 2026, nilai ekspor Riau mencapai US$2,30 miliar. Angka tersebut meningkat 45,21 persen dibandingkan September 2025.

Ekspor nonmigas pada September 2026 mencapai US$2,28 miliar atau melonjak 54,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, ekspor migas hanya mencapai US$19,57 juta atau mengalami penurunan cukup tajam sebesar 82,42 persen.

Dari sepuluh komoditas ekspor nonmigas terbesar, lemak dan minyak hewan/nabati mencatatkan peningkatan nilai paling tinggi. Komoditas yang didominasi produk kelapa sawit dan turunannya tersebut mengalami kenaikan sebesar US$1,22 miliar atau 14,21 persen.

Sebaliknya, komoditas bubur kayu atau pulp mengalami penurunan terbesar, yakni US$146,14 juta atau 10,07 persen.

"Secara kumulatif sepanjang Januari hingga September 2026, nilai ekspor golongan lemak dan minyak hewan/nabati mencapai US$9,77 miliar," tambahnya.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar Riau dengan nilai US$3,08 miliar. Berikutnya India sebesar US$1,58 miliar dan Malaysia US$1,22 miliar.

Ketiga negara tersebut menyumbang 35,71 persen dari total ekspor nonmigas Riau sepanjang Januari-September 2026.

Selain itu, ekspor nonmigas Riau ke kawasan ASEAN mencapai US$2,86 miliar, sedangkan ke Uni Eropa yang terdiri dari 27 negara mencapai US$1,85 miliar.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan mengalami pertumbuhan 11,13 persen dibandingkan Januari-September 2025. Namun, ekspor hasil pertanian justru mengalami penurunan sebesar 17,53 persen.

Data tersebut menunjukkan produk industri pengolahan, khususnya komoditas berbasis kelapa sawit dan turunannya, masih menjadi salah satu penopang penting perdagangan ekspor Riau.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks