PEKANBARU (RA) – Kinerja ekspor Riau sepanjang Januari hingga Agustus 2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Nilai ekspor provinsi ini mencapai US$14,62 miliar, meningkat 2,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan ekspor nonmigas yang menjadi salah satu penopang utama perdagangan luar negeri Riau.
"Nilai ekspor nonmigas Januari sampai Agustus 2026 mencapai US$14,19 miliar atau meningkat 5,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Asep, Kamis (1/10/2026).
Khusus pada Agustus 2026, nilai ekspor Riau tercatat US$2,22 miliar. Angka tersebut naik 5,57 persen dibandingkan Agustus 2025.
Dari nilai tersebut, ekspor nonmigas mencapai US$2,17 miliar atau meningkat 10,09 persen secara tahunan. Sementara ekspor migas justru mengalami penurunan cukup tajam menjadi US$49,52 juta, atau turun 62,26 persen dibandingkan Agustus 2025.
Menurut Asep, peningkatan ekspor nonmigas Riau hingga Agustus 2026 terutama ditopang sejumlah komoditas unggulan.
Komoditas dengan peningkatan nilai ekspor terbesar adalah lemak dan minyak hewan/nabati yang mencakup minyak sawit beserta turunannya. Nilai ekspor komoditas ini meningkat US$498,15 juta atau 6,37 persen.
Selain itu, bahan kimia organik juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan kenaikan US$310,76 juta atau 73,14 persen.
Komoditas lainnya yang mengalami peningkatan yakni berbagai produk kimia sebesar US$152,95 juta atau 9,32 persen, ampas dan sisa industri makanan US$23,77 juta atau 19,34 persen, serta kertas dan karton sebesar US$14,54 juta atau 1,03 persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas ekspor mengalami penurunan. Bubur kayu atau pulp turun US$158,42 juta atau 12,24 persen.
Penurunan juga terjadi pada buah-buahan sebesar US$37,43 juta atau 50,60 persen, bahan-bahan nabati US$14,11 juta atau 8,29 persen, serat stapel buatan US$5 juta atau 2,60 persen, serta berbagai makanan olahan sebesar US$4,89 juta.
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar Riau selama Januari–Agustus 2026 dengan nilai US$2,66 miliar.
Posisi berikutnya ditempati India dengan nilai US$1,26 miliar dan Malaysia sebesar US$1,10 miliar. Kontribusi ekspor ke tiga negara tersebut mencapai 35,42 persen dari total ekspor nonmigas Riau.
Selain tiga negara tersebut, ekspor nonmigas Riau ke kawasan ASEAN mencapai US$2,51 miliar. Sementara ekspor ke Uni Eropa yang terdiri dari 27 negara tercatat sebesar US$1,58 miliar.
Berdasarkan sektor, pertumbuhan ekspor Riau terutama berasal dari industri pengolahan. Ekspor nonmigas hasil industri pengolahan selama Januari–Agustus 2026 meningkat 6,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebaliknya, ekspor hasil pertanian mengalami penurunan sebesar 14,40 persen.
Data tersebut menunjukkan industri pengolahan, termasuk produk berbasis minyak sawit dan turunannya, masih menjadi salah satu penopang penting ekspor nonmigas Riau sepanjang 2026.