Pencarian

Podcast Kelupas

Menaker Yassierli Dorong Penguatan Perlindungan Pekerja di Asia Tenggara

Jumat, 30 Oktober 2026 • 05:48:41 WIB
Menaker Yassierli Dorong Penguatan Perlindungan Pekerja di Asia Tenggara
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (Foto: Humas Kemnaker)

JAKARTA (RA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong penguatan dialog sosial, perlindungan sosial lintas negara, dan pembelajaran sepanjang hayat untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan di Asia Tenggara.

Menurut Yassierli, ketiga aspek tersebut penting untuk melindungi hak pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri ASEAN Trade Union Council (AseanTUC) Regional Consultation Workshop di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Yassierli menegaskan dukungan pemerintah terhadap berbagai isu ketenagakerjaan yang dibahas AseanTUC, termasuk upaya memperjuangkan hak-hak dasar pekerja di kawasan Asia Tenggara.

"Pemerintah mendukung hasil diskusi mengenai isu-isu utama yang diangkat oleh AseanTUC. Kami mengapresiasi peran aktif dan sikap tegas AseanTUC dalam mengawal hak-hak dasar buruh di Asia Tenggara," ujar Yassierli.

Ia juga menegaskan kebebasan berserikat merupakan hak dasar pekerja yang harus dijamin. Hak tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan adil, sekaligus merupakan hak asasi manusia yang dijamin konstitusi dan konvensi internasional.

Dalam kesempatan itu, Yassierli menyerahkan sertifikat pengakuan kepada AseanTUC atas kontribusinya dalam memperkuat dialog sosial, menjaga solidaritas, dan mendorong perluasan perlindungan sosial di Asia Tenggara.

Yassierli juga menyambut keputusan AseanTUC mendirikan kantor pusat di Jakarta. Menurutnya, keberadaan kantor tersebut dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah dan organisasi serikat pekerja di kawasan.

"Kami tentu menyambut baik kehadiran kantor pusat AseanTUC di Jakarta. Langkah ini kami yakini akan semakin mempererat koordinasi dan kolaborasi strategis antara pemerintah dan gerakan serikat pekerja di kawasan Asia Tenggara," katanya.

Lebih lanjut, Yassierli mengatakan gejolak ekonomi global membutuhkan kerja sama lintas negara dan berbagai pemangku kepentingan. 

Upaya tersebut diperlukan untuk memperkuat kapasitas bersama dalam menghadapi perubahan ekonomi dan dampaknya terhadap pekerja.

"Kita tidak bisa menghadapi turbulensi ekonomi global seorang diri. Kita perlu bekerja sama untuk membangun kapasitas kita bersama. Pemerintah Indonesia akan selalu siap sedia menjadi mitra yang terbuka dan suportif dalam berdialog dengan gerakan serikat pekerja," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks