Pencarian

Podcast Kelupas

Progres Pelebaran Jalan Pekanbaru 42,6 Persen, Rampung Ditargetkan Desember

Rabu, 28 Oktober 2026 • 18:08:00 WIB
Progres Pelebaran Jalan Pekanbaru 42,6 Persen, Rampung Ditargetkan Desember
Kepala Bidang Dinas PUPR-PKPP Riau, Khairul Rizal.

RIAU (RA) - Progres fisik proyek pelebaran dan penambahan lajur jalan di Kota Pekanbaru mencapai 42,6 persen. Proyek senilai Rp36,8 miliar itu ditargetkan rampung pada 20 Desember 2026 agar penataan lalu lintas dapat mulai dirasakan masyarakat pada awal 2027.

Kepala Bidang Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Khairul Rizal, mengatakan, pengerjaan dilakukan di sejumlah titik, mulai dari kawasan Jalan HR Soebrantas, termasuk sekitar Universitas Riau (UNRI), Rumah Sakit Jiwa (RSJ), dan Simpang Empat SKA.

"Pekerjaan fisik kita targetkan selesai pada 20 Desember, sehingga mulai 1 Januari 2027 penataan lalu lintas ini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Khairul, Rabu (28/10/2026).

Selain menjelaskan progres pekerjaan, Khairul menanggapi keluhan masyarakat terkait pelebaran area putar balik atau U-turn di Jalan Tuanku Tambusai, tepatnya di depan RS Hermina Pekanbaru. Penataan di lokasi tersebut dinilai sebagian masyarakat membuat jalan terkesan menyempit.

Khairul menjelaskan, lebar jalan eksisting di kawasan tersebut mencapai 7,2 meter per lajur. Sementara itu, area yang disiapkan untuk kendaraan berputar arah memiliki lebar total 17 meter.

"Lebar tersebut terdiri atas 10 meter untuk jalur lurus dan 7 meter untuk jalur U-turn," jelasnya.

Menurutnya, pengaturan itu bertujuan agar kendaraan dari arah pusat kota menuju kawasan terminal AKAP dapat berputar arah tanpa mengganggu arus kendaraan lainnya.

Khairul juga memaparkan kondisi jalan provinsi di Riau. Dari total panjang sekitar 2.897 kilometer, sebanyak 65 persen atau lebih dari 1.800 kilometer berada dalam kondisi mantap berdasarkan survei per Desember 2025.

Sementara itu, sekitar 35 persen atau kurang lebih 1.067 kilometer masih dalam kondisi tidak mantap. Data kondisi jalan per Desember 2026 belum tersedia karena masih menunggu proses verifikasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Data kondisi jalan Desember 2026 masih menunggu proses verifikasi dari Kementerian PUPR," ujarnya.

Khairul mengungkapkan, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki seluruh ruas jalan provinsi yang masih dalam kondisi tidak mantap diperkirakan mencapai Rp22 triliun.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks