RIAU (RA) - Dialog program remediasi kehutanan akan digelar di Pekanbaru pada 17 November 2026. Kegiatan ini akan melibatkan masyarakat dan perusahaan untuk membahas persoalan masa lalu serta mencari solusi atas konflik sosial di sekitar kawasan hutan.
Direktur Utama PT Patala Unggul Gesang (PUG), Nazir Foead, mengatakan masyarakat akan mendapat ruang untuk menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi dalam dialog tersebut.
Hal itu disampaikan Nazir setelah melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, di Kantor Gubernur Riau, Rabu (28/10/2026).
Menurut Nazir, program remediasi telah melalui tahap uji coba selama hampir dua tahun. Program ini mendorong perusahaan mengakui persoalan yang muncul dalam operasional kehutanan dan melakukan perbaikan, terutama jika aktivitas perusahaan berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar.
"Kami juga menyampaikan perkembangan program remediasi yang sudah berjalan hampir dua tahun," kata Nazir.
Ia menjelaskan, dialog tersebut akan menjadi kesempatan bagi masyarakat dan perusahaan untuk membahas persoalan yang pernah terjadi, termasuk perkembangan kesepakatan yang telah dicapai.
"Kami berharap proses tersebut dapat membantu menemukan penyelesaian konflik sosial sekaligus mendorong perbaikan ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, penyelesaian persoalan kehutanan membutuhkan keterlibatan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan hutan harus memperhatikan perlindungan lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
"Pengelolaan kehutanan harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Karena itu, kolaborasi dan komitmen seluruh pihak sangat diperlukan agar persoalan yang ada dapat ditangani secara berkelanjutan," kata Syahrial.