Pencarian

Podcast Kelupas

Bawa Senjata Kecepek, Sejumlah Warga SAD Datangi Polres Merangin Usai Penindakan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 • 07:22:01 WIB
Bawa Senjata Kecepek, Sejumlah Warga SAD Datangi Polres Merangin Usai Penindakan PETI
Sejumlah Warga SAD Datangi Polres Merangin Usai Penindakan PETI.

MERANGIN (RA) - Sejumlah warga yang disebut berasal dari kelompok Suku Anak Dalam (SAD) mendatangi Mapolres Merangin, Jambi, Rabu (28/10/2026), setelah polisi menangkap dua tersangka terkait penambangan emas tanpa izin (PETI). 

Kedatangan mereka sempat ricuh karena sejumlah warga membawa senjata api rakitan jenis kecepek dan senjata tajam.

Dalam video yang diperoleh RiauAktual.com, beberapa warga terlihat mengayunkan kecepek ke arah polisi yang berupaya menghadang mereka di halaman Mapolres Merangin. 

Sejumlah warga juga sempat masuk ke ruangan kantor untuk mencari orang yang mereka kira merupakan bagian dari kelompoknya.

Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi mengatakan, kedatangan warga tersebut dipicu kesalahpahaman terkait penangkapan pelaku PETI.

"Mereka mendatangi Polres untuk mempertanyakan orang yang kita amankan. Mereka mengira orang itu bagian dari kelompok mereka, ternyata bukan," kata Kiki yang dikutip dari detik.com, Kamis (29/10/2026).

Menurut Kiki, penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan aktivitas PETI di kawasan Makam Pahlawan, Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.

Ia menduga ada pihak yang membekingi aktivitas tambang ilegal tersebut. Polisi juga akan menyelidiki dugaan adanya pihak yang mengendalikan warga untuk menghalangi penindakan.

"Kegiatan PETI harus ditindak tegas. Tidak boleh ada yang membekingi aktivitas ilegal ini," tegasnya.

Kiki mengatakan, polisi akan berkoordinasi dengan Bupati Merangin untuk memberikan edukasi kepada masyarakat SAD terkait dampak dan pelanggaran hukum dalam aktivitas PETI.

Menurutnya, penambangan ilegal berpotensi merusak lingkungan dan merugikan negara. Polisi memastikan penindakan akan terus dilakukan, termasuk terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Saat ini, situasi di Mapolres Merangin telah kondusif. Warga SAD sudah meninggalkan lokasi dan tidak ada kerusakan bangunan akibat kejadian tersebut.

Polisi juga akan menyelidiki kepemilikan senjata kecepek yang dibawa warga karena dinilai membahayakan.

"Kami akan mencari tahu siapa yang membawa kecepek dan melakukan upaya pengamanan senjata tersebut," tutup Kiki.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks