Pencarian

Podcast Kelupas

Pemko Evaluasi TRC 112 Pekanbaru Aman, Efektif Jawab Persoalan Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 • 16:44:00 WIB
Pemko Evaluasi TRC 112 Pekanbaru Aman, Efektif Jawab Persoalan Warga
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho memimpin rapat evaluasi TRC 112 bersama kepala OPD.

PEKANBARU (RA) - Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 Pekanbaru Aman yang digagas Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho terus memperkuat penanganan berbagai persoalan yang dihadapi warga Kota Pekanbaru. 

Melalui sistem pelaporan berbasis aplikasi dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), sekitar 80 persen laporan warga disebut telah ditindaklanjuti.

Efektivitas penanganan laporan tersebut menjadi salah satu poin evaluasi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. TRC 112 Pekanbaru Aman, merupakan tim gabungan lintas OPD yang menjadi garda terdepan dalam merespons kondisi darurat maupun berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan, aplikasi Pekanbaru Aman kini telah digunakan sekitar 200 ribu orang. Banyaknya pengguna membuat aplikasi tersebut menjadi salah satu sarana masyarakat untuk menyampaikan pengaduan sekaligus membantu pemerintah memantau persoalan yang membutuhkan penanganan cepat.

"Dari hasil evaluasi tadi, sudah sekitar 200 ribu orang menggunakan aplikasi Pekanbaru Aman dan laporan yang masuk juga sangat banyak. Kami memonitor laporan melalui aplikasi tersebut dan melihat dinas mana saja yang belum menyelesaikannya," kata Agung usai memimpin rapat evaluasi TRC 112 Pekanbaru Aman, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, laporan yang diterima mencakup beragam persoalan, mulai dari gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum), pohon tumbang, sampah, kerusakan jalan, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), gelandangan dan pengemis (gepeng), hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Berdasarkan evaluasi, rata-rata sekitar 80 persen laporan telah ditindaklanjuti. Pemko Pekanbaru terus memantau laporan yang belum tuntas agar OPD terkait segera mengambil langkah penanganan sesuai kewenangannya.

Upaya mempercepat respons juga dilakukan dengan memperkuat dukungan operasional petugas di lapangan. Salah satunya melalui penyediaan sepeda motor untuk petugas pemadam kebakaran agar lebih mudah menjangkau lokasi yang sulit diakses kendaraan besar.

Kendaraan tersebut tidak hanya digunakan untuk mendukung pemadaman kebakaran, tetapi juga membantu penanganan kejadian nonkebakaran, seperti evakuasi atau penanganan hewan berbahaya, termasuk ular. Mobilitas yang lebih fleksibel juga diperlukan ketika terjadi kebakaran di gang-gang sempit agar petugas dapat mencapai lokasi lebih cepat.

Selain itu, Pemko Pekanbaru memperkuat koordinasi lintas OPD serta kerja sama dengan kepolisian, PLN, dan pihak APJATEL. Sinergi ini diperlukan agar penanganan persoalan warga tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat dilakukan secara terpadu.

Agung menegaskan, seluruh unsur yang tergabung dalam TRC harus saling terhubung sehingga laporan masyarakat dapat ditangani secara efektif dan hasilnya dirasakan langsung oleh warga.

Dengan sekitar 200 ribu pengguna aplikasi dan rata-rata 80 persen laporan telah ditindaklanjuti, Pemko Pekanbaru mendorong TRC 112 Pekanbaru Aman terus meningkatkan kecepatan respons, koordinasi, dan penyelesaian pengaduan. 

"Evaluasi berkala juga menjadi bagian penting untuk memastikan laporan yang masuk tidak berhenti pada tahap penerimaan, tetapi berlanjut hingga penanganan di lapangan," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks