KAMPAR (RA) – Pelantikan Datuk Besar Khalifah Rantau Kampar Kiri, H Marwas, sebagai Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) periode 2026–2031 akan digelar pada Minggu (25/10/2026) di Balai Adat Kampar. Masyarakat adat Kampar menyebut acara ini sebagai Bagholek Godang atau pesta besar.
Rangkaian acara pelantikan tersebut akan digelar selam tiga hari dan dimeriahkan berbagai tradisi adat Kampar, mulai dari pertunjukan musik tradisional gendang gong hingga makan bajambau bersama.
Panitia juga merencanakan penyembelihan kerbau pada Jumat 23/10/2026),, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang pelantikan. Tradisi ini menjadi salah satu unsur penting dalam perhelatan adat masyarakat Kampar.
Panitia inti pelantikan, Salman Jamaluddin Dt Marajo Kahar, mengatakan rangkaian kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu. Selain penyembelihan kerbau, panitia menyiapkan pertunjukan musik tradisional yang rencananya menghadirkan kelompok gendang gong dari Kampar Kiri, Kuok, dan Bangkinang.
“Mulai hari Jumat, Sabtu, dan hari H-nya Minggu, rencananya diadakan musik tradisional gendang gong. Kita juga berencana mendatangkan kelompok dari Kampar Kiri, Kuok, dan Bangkinang,” kata Salman, Sabtu (10/10/2026).
Pada Sabtu (24/10/2026), panitia akan menggelar gladi sebagai persiapan acara puncak. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana adat yang kental sekaligus melibatkan unsur-unsur masyarakat dan pemangku adat di Kabupaten Kampar.
Menurut rencana, acara puncak pada Minggu diawali dengan pembukaan oleh protokol dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, panitia akan membacakan surat keputusan hasil Musyawarah Besar (Mubes) V LAK Kampar Tahun 2026 tentang terpilihnya H Marwas Dt Bosagh Khalifah Kampar Kiri serta surat keputusan kepengurusan LAK Kampar periode 2026–2031 dari tim formatur.
Setelah itu, dilaksanakan pelantikan Ketua LAK Kampar beserta kepengurusan. Agenda berikutnya adalah pengukuhan atau penobatan Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, sebagai Payung Panji Adat Kabupaten Kampar, dilanjutkan dengan doa dan makan bajambau bersama.
Makan bajambau merupakan tradisi makan bersama dalam masyarakat Kampar dengan hidangan yang disajikan dalam dulang atau wadah untuk dinikmati bersama-sama. Tradisi ini mencerminkan kebersamaan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap tamu dalam suatu perhelatan adat.
Penyembelihan kerbau yang direncanakan pada Jumat menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam rangkaian pelantikan. Dalam tradisi adat Kampar, penyembelihan kerbau tidak hanya menjadi bentuk gotong royong dan dukungan masyarakat terhadap acara, tetapi juga melambangkan kekuatan, keberanian, ketabahan, serta harapan akan keberkahan bagi pemimpin dan masyarakat.
Selain itu, penyembelihan kerbau dapat dimaknai sebagai wujud syukur kepada Tuhan, sedekah, dan upaya mempererat kebersamaan. Dagingnya dimasak untuk menjamu tamu dan masyarakat atau dibagikan secara merata, sehingga memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Dalam perhelatan adat besar, penyembelihan tersebut juga menjadi penanda pengukuhan serta penghormatan terhadap adat dan legitimasi pemangku adat.
Sejumlah pejabat dan tokoh direncanakan menghadiri pelantikan tersebut. Mereka di antaranya Gubernur Riau, Bupati dan Wakil Bupati Kampar, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Kampar, anggota DPRD Provinsi Riau dari daerah pemilihan Kampar, mantan bupati dan penjabat bupati Kampar, serta Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.
Undangan juga direncanakan mencakup Kapolda Riau, Pangdam Sultan Syarif Kasim, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kuantan Singingi, tokoh masyarakat Kampar, ninik mamak dan perangkat adat se-Kabupaten Kampar, serta pengurus siompu dan anggota.