Pencarian

Podcast Kelupas

Impor Riau 2025 Turun 16,39 Persen, Pupuk Naik 10,57%

Ahad, 04 Oktober 2026 • 10:14:48 WIB
Impor Riau 2025 Turun 16,39 Persen, Pupuk Naik 10,57%
Impor pupuk.

PEKANBARU (RA) – Nilai impor Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sebesar US$1,638 miliar. Angka tersebut turun 16,39 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Asep Riyadi, mengatakan penurunan juga terjadi pada impor nonmigas. Nilai impor nonmigas selama 2025 tercatat US$1,481 miliar atau turun 16,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, khusus Desember 2025, nilai impor Riau mencapai US$139,15 juta. Angka tersebut turun 15,58 persen dibandingkan impor pada Desember 2024.

"Impor nonmigas Desember 2025 mencapai US$114,80 juta, turun 16,37 persen dibanding Desember 2024. Sedangkan impor migas mencapai US$24,35 juta atau turun 11,67 persen," ujar Asep.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar selama Januari–Desember 2025, mesin-mesin dan pesawat mekanik menjadi komoditas yang mengalami penurunan paling besar.

Nilai impor komoditas tersebut turun US$173,49 juta atau 52,68 persen. Sebaliknya, pupuk menjadi komoditas yang mencatat peningkatan terbesar, yakni naik US$30,61 juta atau 10,57 persen.

Dari sisi negara asal, Tiongkok menjadi pemasok barang impor nonmigas terbesar ke Riau sepanjang 2025 dengan nilai US$270,84 juta atau 18,28 persen.

Posisi berikutnya ditempati Kanada dengan nilai US$218,77 juta atau 14,76 persen, kemudian Vietnam sebesar US$144,46 juta atau 9,75 persen.

Secara kawasan, impor nonmigas Riau dari negara-negara ASEAN mencapai US$453,64 juta atau 30,62 persen. Sementara impor dari Uni Eropa tercatat US$180,04 juta atau 12,15 persen.

Berdasarkan golongan penggunaan barang, penurunan impor juga terjadi pada seluruh kelompok utama.

Nilai impor barang modal sepanjang Januari–Desember 2025 turun 57,48 persen menjadi US$121,91 juta. Barang konsumsi bahkan turun 84,18 persen menjadi US$7,31 juta.

Sementara itu, impor bahan baku dan penolong turun 7,22 persen menjadi US$1.508,79 juta.

Di tingkat nasional, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 masih mencatat surplus sebesar US$19,73 miliar.

Surplus tersebut berasal dari sektor nonmigas sebesar US$18,75 miliar dan sektor migas sebesar US$0,98 miliar.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks