Pencarian

Podcast Kelupas

Cadangan Energi Eropa Bertambah, Harga Minyak Anjlok US$3 per Barel

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 06:03:40 WIB
Cadangan Energi Eropa Bertambah, Harga Minyak Anjlok US$3 per Barel
Foto : Ilustrasi. Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan saat melaksanakan aktivitas pekerjaan di lapangan minyak Duri.

JAKARTA (RA) - Harga minyak dunia turun lebih dari US$3 per barel pada perdagangan terbaru. Penurunan juga terjadi pada kontrak berjangka gasoil Eropa yang merosot lebih dari 4% setelah muncul laporan rencana pelepasan tambahan cadangan diesel dan minyak mentah di Eropa.

Harga minyak Brent turun US$3,06 atau 3% menjadi US$99,25 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah US$3,95 atau 4,25% menjadi US$88,92 per barel.

Kedua harga acuan tersebut juga berada di jalur penurunan secara mingguan. Brent telah melemah sekitar 4,7% sepanjang pekan ini, sedangkan WTI turun sekitar 3,7%.

Kontrak berjangka gasoil Eropa yang menjadi acuan harga diesel turun sekitar 4,3% menjadi US$1.386,75 per metrik ton.

Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan pelemahan harga terjadi setelah negara-negara Uni Eropa membahas pelepasan cadangan bahan bakar dan minyak mentah untuk meredakan tekanan pasokan energi.

"Seluruh kompleks energi diperdagangkan lebih rendah, dipimpin gasoil dan ULSD," kata Hansen, dikutip Reuters.

Negara-negara Uni Eropa membahas proposal Prancis untuk melepas tambahan cadangan diesel sebagai respons terhadap tekanan Amerika Serikat agar Eropa meningkatkan pasokan.

Dalam pembahasan Jumat, negara-negara Eropa disebut mempertimbangkan pelepasan 50 juta barel diesel. Sementara negara anggota International Energy Agency (IEA) diusulkan melepas 50 juta barel minyak mentah.

Menurut Hansen, kondisi tersebut menunjukkan tekanan utama pasar energi mulai bergeser. Persoalan kini lebih banyak berasal dari terbatasnya pasokan produk olahan akibat berkurangnya kapasitas dan produksi kilang di Timur Tengah serta Rusia.

Harga minyak sebelumnya menguat setelah perusahaan penyulingan China menghentikan ekspor produk minyak untuk Oktober guna menjaga stok domestik.

Di sisi lain, Wall Street Journal melaporkan Amerika Serikat mengirim kapal induk ketiga dan hingga 10.000 personel militer tambahan ke Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump juga disebut mempertimbangkan kembali serangan terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS.

Ekonom senior bidang iklim dan komoditas Capital Economics, Hamad Hussain, mengatakan pelepasan cadangan tambahan berpotensi membuat pasar kembali mengalami sedikit surplus jika aliran pasokan dari Timur Tengah terus meningkat.

Barclays juga mencatat pemulihan aliran minyak melalui kawasan Teluk Timur Tengah, termasuk melalui jalur pipa alternatif, belakangan semakin cepat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks