Pencarian

Podcast Kelupas

PalmCo Ungkap Kunci Sukses Kemitraan Sawit

Ahad, 04 Oktober 2026 • 10:51:00 WIB
PalmCo Ungkap Kunci Sukses Kemitraan Sawit
Kepercayaan Jadi Kunci Kemitraan Sawit Berkelanjutan.

PEKANBARU (RA) - PTPN IV PalmCo menegaskan kepercayaan menjadi kunci utama dalam membangun kemitraan sawit yang produktif dan berkelanjutan bersama petani.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, saat menerima kunjungan studi banding petani, pengurus koperasi, pemerintah desa dan perwakilan dinas perkebunan dari Kalimantan Barat ke PTPN IV Regional III Riau.

Jatmiko mengatakan perusahaan dan petani harus tumbuh bersama. Menurutnya, perusahaan tidak akan sejahtera jika petani sebagai mitra tidak ikut sejahtera.

"Kalaupun mau maju, kalaupun mau sejahtera, petaninya juga harus ikut. Tidak mungkin PTPN bisa sejahtera kalau petani yang menjadi mitranya tidak sejahtera," kata Jatmiko dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, perusahaan terus mengakselerasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Sepanjang 2024-2025, realisasi PSR mencapai 36.681 hektare.

Hingga 2029, PSR ditargetkan menjangkau 32 ribu keluarga petani dengan total luas 64 ribu hektare.

Program tersebut mulai menunjukkan hasil. Produktivitas petani binaan mencapai 23,9 ton per hektare untuk tanaman menghasilkan usia tiga tahun, lebih tinggi dibanding standar nasional 19 ton per hektare.

"Alhamdulillah, hari ini petani binaan kita bisa bangga menjadi bagian dari PTPN IV PalmCo. Tidak hanya karena mendapat produksi tinggi, namun juga mendapat jaminan harga yang kompetitif di setiap daerah," ujarnya.

Empat Pilar Kemitraan

Regional III Riau mengembangkan kemitraan melalui empat pilar, yakni single management, bibit sawit unggul bersertifikat, pelatihan off taker, dan penguatan kelembagaan.

Jatmiko mengatakan kemitraan sawit di Riau telah berjalan sekitar empat dekade. Dalam perjalanan tersebut, perusahaan dan petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan pemahaman, komunikasi hingga perubahan industri sawit.

Karena itu, perusahaan memperkuat kembali prinsip kemitraan untuk tumbuh bersama petani.

"Kami akhirnya menyadari bahwa kami harus kembali lagi ke khittah, bahwa kami dibentuk untuk berdampingan bersama petani," katanya.

Ia menegaskan single management bukan untuk mengambil alih kebun petani, tetapi memastikan pembangunan dan pemeliharaan kebun memenuhi standar.

"Single management bukan berarti kami mau menguasai petani. Kami ingin memastikan hasil yang nantinya diterima petani itu sesuai standar," jelasnya.

Kepercayaan Harus Dibuktikan

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengatakan kepercayaan petani harus dibuktikan melalui pendampingan yang konsisten, kualitas kebun, produktivitas dan transparansi.

"Tips kami adalah membangun hubungan yang harmonis dengan komunikasi yang kuat, tetapi saling memahami. Tidak bisa saling menang sendiri," ujarnya.

Regional III juga memastikan penggunaan bibit unggul dan bersertifikat. Saat ini terdapat tujuh sentra pembibitan di Tandun, Rokan, Sungai Pagar, Tanah Putih, Air Molek, Lubuk Dalam dan Dumai.

Bibit tersebut tidak hanya untuk petani mitra, tetapi juga dapat diakses masyarakat untuk mengurangi risiko penggunaan bibit berkualitas rendah.

Sementara itu, Kepala Divisi PSR PTPN IV PalmCo, Abdul Muthalib, mengatakan pola kemitraan Regional III menjadi salah satu rujukan untuk pengembangan kemitraan di wilayah lain, termasuk Regional V di Kalimantan.

Menurutnya, pengalaman Riau penting dipelajari karena memiliki karakter perkebunan yang mirip dengan Kalimantan, terutama dalam hubungan perusahaan, petani plasma dan masyarakat.

Abdul menilai keberhasilan di lapangan lebih mudah meyakinkan petani dibanding sekadar penjelasan.

"Starting point-nya sekarang adalah membuat pola yang sama seperti di Regional III. Petani itu pasti ingin melihat contoh. Kalau mereka melihat contohnya berhasil, mereka akan lebih yakin," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks