Pencarian

Podcast Kelupas

PTPN IV PalmCo Beri PSR Award 2026, Dorong Penguatan Petani Sawit Rakyat

Ahad, 13 September 2026 • 13:17:49 WIB
PTPN IV PalmCo Beri PSR Award 2026, Dorong Penguatan Petani Sawit Rakyat
PTPN IV PalmCo Beri PSR Award 2026.

YOGYAKARTA (RA) - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memberikan penghargaan kepada petani, koperasi, regional, unit pembelian, dan pemasok Tandan Buah Segar (TBS) berprestasi melalui PSR Award 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong penguatan perkebunan sawit rakyat sebagai bagian penting dari industri sawit nasional.

PSR Award 2026 digelar dalam rangkaian Gala Dinner di LPP Garden Hotel Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran manajemen PTPN IV PalmCo, pemerintah, asosiasi petani, serta mitra petani dari Regional 1 hingga 7.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan kemitraan dengan petani merupakan bagian fundamental bagi keberlangsungan operasional perusahaan sekaligus mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan dan energi nasional.

"Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan," kata Jatmiko.

Menurutnya, hubungan yang terjalin antara PalmCo dengan ribuan petani mitra di berbagai wilayah Indonesia menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat industri sawit nasional, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi negara dan masyarakat.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, mengatakan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) secara nasional terus menunjukkan perkembangan sejak mulai dilaksanakan pada 2016.

Hingga kini, Direktorat Jenderal Perkebunan telah menerbitkan rekomendasi teknis (Rekomtek) untuk sekitar 440.000 hektare lahan. Namun, realisasi PSR melalui jalur kemitraan baru mencapai sekitar 27.000 hektare.

"Sebenarnya PSR itu cukup membanggakan, karena sudah 440.000 hektar rekomtek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sejak tahun 2016," kata Heru.

Karena itu, Heru mendorong PTPN IV PalmCo bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat hubungan dengan petani plasma sekaligus mempercepat penerbitan Rekomtek.

Percepatan tersebut dinilai penting agar tanaman sawit yang telah memasuki usia tua dapat segera diremajakan menggunakan benih unggul dan menerapkan praktik budidaya yang baik.

Dengan demikian, produktivitas kebun rakyat dan kualitas TBS diharapkan meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.

Komisaris Utama PTPN IV PalmCo, Desrial, mengatakan pekebun rakyat memiliki posisi strategis dalam industri sawit nasional. Porsi perkebunan rakyat disebut mencapai sekitar 41-42 persen dari total perkebunan sawit nasional.

"Jumlah pekebun sawit rakyat ini secara persentase adalah sekitar 41-42 persen sehingga ini merupakan suatu kekuatan yang sangat besar untuk industri sawit nasional kita," katanya.

Sementara itu, Arya Sandhiyudha menjelaskan Gala Dinner dan PSR Award 2026 menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara petani sawit rakyat dengan PTPN IV PalmCo.

"Pelaksanaan Gala Dinner dan PSR Award PTPN IV PalmCo tahun 2026 yang diselenggarakan di Jogja ini akan menjadi momentum untuk memperkuat dan kebersamaan antara petani sawit rakyat dengan PTPN IV," ujarnya.

Menurutnya, penguatan hubungan hulu-hilir menjadi langkah strategis perusahaan dalam membangun rantai nilai sawit yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Langkah tersebut juga sejalan dengan penerapan pendekatan ekonomi sirkular melalui optimalisasi keterhubungan antarmata rantai usaha.

Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, turut mengapresiasi komitmen PTPN IV PalmCo dalam membangun hubungan yang semakin harmonis dengan petani sawit rakyat.

"Bagi kami para petani sawit, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) adalah harapan bagi petani," ujar Setiyono.

Ia mengatakan keberhasilan PSR tidak hanya diukur dari peremajaan tanaman, tetapi juga harus tercermin melalui peningkatan produktivitas, kesejahteraan keluarga petani, penguatan kelembagaan, serta keberlanjutan perkebunan rakyat bagi generasi mendatang.

Dalam PSR Award 2026, terdapat lima kategori penghargaan yang disusun berdasarkan indikator kinerja yang terukur dan transparan.

Kategori Kebun Plasma Terbaik menilai pencapaian produktivitas dan penerapan single management. Sementara Regional PSR Terbaik mempertimbangkan komposisi kemitraan, capaian luas terhadap RKAP, realisasi luasan, serta persentase luas terhadap total PTPN IV PalmCo.

Selanjutnya, Regional Pembelian TBS Terbaik menilai tonase terhadap RKAP, margin kontribusi terhadap RKAP, serta persentase pasokan TBS kepada PalmCo.

Adapun Unit Pembelian TBS Terbaik dinilai berdasarkan capaian RKAP, margin kontribusi, dan persentase pasokan kepada regional. Sementara Pemasok TBS Terbaik mempertimbangkan kuantum pasokan, konsistensi, kualitas TBS, legalitas, serta ketepatan administrasi.

Dengan indikator tersebut, penghargaan perdana ini tidak semata-mata diberikan berdasarkan jumlah pasokan. Produktivitas, kualitas, kepatuhan, konsistensi, serta tata kelola kemitraan juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

Bagi PTPN IV PalmCo, penguatan kemitraan melalui PSR dapat menciptakan hubungan hulu dan hilir yang semakin terintegrasi. Melalui pendampingan dan konsep pengelolaan bersama, perusahaan dapat membantu memastikan pemupukan, pemeliharaan hingga panen dilakukan secara profesional sesuai standar.

Dengan kebun rakyat yang semakin produktif, kualitas dan kontinuitas pasokan TBS ke pabrik juga dapat lebih terjamin. Di sisi lain, petani memperoleh peluang meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks