PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menyiapkan dana operasional (OP) sebesar Rp2 miliar melalui APBD murni 2026.
Dana tersebut dialokasikan untuk membantu sekolah tingkat SD dan SMP negeri memenuhi kebutuhan yang bersifat mendesak, sehingga tidak harus menunggu proses penganggaran pada tahun berikutnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Plt Kadisdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan anggaran tersebut dibagi secara proporsional untuk dua jenjang pendidikan.
"Kami sekarang ini sudah menyiapkan dana OP. OP ini ada Rp1 miliar untuk SD dan Rp1 miliar untuk SMP," kata Abdul Jamal, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, dana operasional tersebut memang tidak diperuntukkan bagi seluruh kebutuhan sekolah, melainkan difokuskan pada keperluan yang sifatnya mendesak dan membutuhkan penanganan cepat.
"Dana ini untuk keperluan mendesak saja," ujarnya.
Abdul Jamal menjelaskan, keberadaan dana OP memberikan ruang bagi Dinas Pendidikan untuk menangani kebutuhan prioritas sekolah tanpa harus melalui proses pengusulan anggaran yang panjang.
Selama ini, kebutuhan sekolah yang muncul secara mendadak harus diusulkan terlebih dahulu untuk kemudian masuk dalam perencanaan anggaran. Dengan adanya dana OP, kebutuhan yang dinilai prioritas dapat segera ditangani.
"Tapi kalau dana OP, ada yang bersifat prioritas, itu kita bisa langsung (kerjakan)," ucapnya.
Ke depan, Pemko Pekanbaru berencana mempertahankan penganggaran dana operasional sekolah tersebut. Dinas Pendidikan akan mengupayakan agar alokasi dana OP kembali disediakan dalam APBD.
Jamal mengatakan, jika anggaran OP sebesar Rp2 miliar yang tersedia dalam APBD murni 2026 nantinya telah terserap, pihaknya akan kembali mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026.
"Kalau ini (OP Rp2 miliar di APBD murni 2026) nanti habis, kita minta lagi dana OP-nya untuk sekolah-sekolah kepada Pak Wali di APBD perubahan," pungkasnya.