Pencarian

Podcast Kelupas

Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan, Aktivitas LGBT yang Meresahkan Ditindak

Jumat, 04 September 2026 • 10:02:00 WIB
Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan, Aktivitas LGBT yang Meresahkan Ditindak
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar bersama Tim Yustisi melakukan pemeriksaan aktivitas di salah satu tempat hiburan malam beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperketat pengawasan terhadap aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, termasuk dugaan pesta LGBT yang berlangsung di tempat hiburan malam.

Langkah tegas Pemko Pekanbaru ini mencuat setelah sekelompok orang diduga menggelar pesta LGBT di New Paragon KTV, Pool and Cafe pada akhir Januari 2026. Aktivitas tersebut kemudian menjadi sorotan karena dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Pemko Pekanbaru menghentikan sementara aktivitas tempat hiburan malam tersebut. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru bahkan sempat melakukan penyegelan terhadap pintu depan lokasi.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan pemerintah masih menerima laporan masyarakat terkait aktivitas LGBT di Kota Pekanbaru.

"Kami masih menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas LGBT di Kota Pekanbaru ini," tegas Markarius, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak akan membiarkan aktivitas yang dinilai menimbulkan keresahan berlangsung tanpa tindakan. Pemko Pekanbaru, kata dia, siap melakukan penertiban hingga mengambil langkah hukum apabila aktivitas tersebut memenuhi unsur pelanggaran.

"Apalagi Presiden RI, Prabowo Subianto juga sudah menetapkan penyebaran LGBT merupakan satu ancaman non militer di Indonesia," ujarnya.

Markarius memastikan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum akan ditindak.

"Kalau memang meresahkan, kita siap mengambil tindakan hukum," tegasnya.

Markarius juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial maupun kesehatan masyarakat.

Ia turut menyinggung persoalan HIV di Pekanbaru. Menurutnya, kelompok lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL) merupakan salah satu kelompok yang berkontribusi terhadap penularan HIV di Kota Pekanbaru.

Di sisi lain, Satpol PP Kota Pekanbaru memastikan pengawasan terhadap tempat hiburan malam terus diperketat. Patroli dilakukan untuk mengantisipasi berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, mengingatkan seluruh pengelola tempat hiburan malam agar bertanggung jawab mengawasi operasional usahanya.

Pengelola diminta memastikan tempat hiburan tidak menjadi lokasi peredaran narkoba maupun kegiatan lain yang melanggar ketentuan.

"Sekarang yang jadi persoalan bukan cuma narkoba, tapi LGBT," paparnya.

Satpol PP pun terus menyisir sejumlah lokasi, terutama tempat hiburan malam yang dinilai rawan. Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru menjaga ketertiban dan memastikan tempat hiburan malam beroperasi sesuai aturan.

Dengan pengawasan yang diperketat, Pemko Pekanbaru menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap aktivitas di tempat hiburan yang dinilai mengganggu ketenteraman masyarakat. Pemerintah juga membuka ruang bagi laporan warga sebagai dasar untuk melakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks