KAMPAR (RA) - Ketua Umum Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Provinsi Riau, Ihkram Mulya, meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Selasa (25/8/2026) kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, Ihkram didampingi Kapolres Kampar AKBP Boby Putra dan Komandan Kodim 0313/Kampar Letkol Czi Satriady Prabowo.
Karhutla yang terjadi di kawasan tersebut diperkirakan membakar lahan gambut seluas sekitar 13 hektare. Hingga Selasa, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Sebanyak 283 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla tersebut. Mereka terdiri dari unsur Polri, Brimob, TNI, BPBD, Manggala Agni hingga unsur perusahaan.
Penanganan menjadi lebih kompleks karena api membakar lahan gambut yang cukup tebal. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan proses pendinginan secara menyeluruh untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Dalam peninjauan itu, Ihkram mengapresiasi kesigapan dan soliditas personel gabungan dalam menangani karhutla.
Menurutnya, pembagian personel ke dalam 10 regu menunjukkan penanganan di lapangan dilakukan dengan pola yang terukur.
“Kami menyaksikan langsung bagaimana Polri, TNI, dan seluruh unsur yang terlibat bekerja tanpa kenal lelah menembus kondisi gambut yang sulit ditaklukkan. Ini bukan pekerjaan mudah,” ujar Ihkram.
“Kami dari PW SEMMI Riau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Kampar dan Dandim 0313/KPR atas kepemimpinan mereka di lapangan,” sambungnya.
Selain pemadaman, Ihkram juga mengapresiasi langkah aparat memasang police line di lokasi karhutla. Menurutnya, proses penanganan darurat harus berjalan beriringan dengan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan status kepemilikan lahan.
“Penegakan hukum dan pemadaman berjalan bersamaan. Ini menunjukkan keseriusan aparat, tidak hanya memadamkan api tetapi juga mengusut akar persoalan,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra mengatakan fokus utama tim saat ini adalah memastikan seluruh bara yang berada di dalam lapisan gambut benar-benar padam.
“Fokus kami sekarang memastikan seluruh bara yang masih tersimpan di dalam gambut benar-benar padam dan tidak kembali memunculkan api,” ujar Boby.
PW SEMMI Riau juga mengingatkan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat dan pemerintah. Masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan gambut, dinilai memiliki peran penting dalam mencegah munculnya kebakaran susulan.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Rimbo Panjang merupakan bagian dari operasi terpadu yang melibatkan TNI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait.
Kesiapsiagaan di lapangan akan terus dilakukan hingga tidak ditemukan lagi asap maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Penanganan tersebut juga sejalan dengan arahan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan agar seluruh unsur tetap meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi karhutla di wilayah Riau.