Pencarian

Podcast Kelupas

Presiden Prabowo Apresiasi Penanganan Karhutla Riau, Minta Kapolda-Pangdam Didorong Naik Karier

Senin, 24 Agustus 2026 • 16:19:35 WIB
Presiden Prabowo Apresiasi Penanganan Karhutla Riau, Minta Kapolda-Pangdam Didorong Naik Karier
Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi kerja keras TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD dan seluruh unsur terkait dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

PEKANBARU (RA) - Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi kerja keras TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD dan seluruh unsur terkait dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Apresiasi itu disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau langsung penanganan karhutla di Kabupaten Kampar, Senin (24/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menerima laporan perkembangan penanganan karhutla dari Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.

Namun, ada momen menarik saat Presiden menanyakan masa tugas kedua pimpinan TNI dan Polri tersebut di Riau.

Prabowo Tanya Masa Tugas Kapolda dan Pangdam

Awalnya, Prabowo menanyakan kepada Pangdam mengenai lama masa tugasnya di Riau.

"Pangdam sudah berapa lama di sini?" tanya Prabowo.

"Siap, satu tahun," jawab Pangdam.

Prabowo kemudian beralih menanyakan hal serupa kepada Kapolda Riau.

"Kapolda?" tanya Prabowo.

"Siap, baru 17 bulan, kurang lebih, Bapak," jawab Herry.

Mendengar jawaban tersebut, Prabowo meminta Kapolri dan Panglima TNI mengevaluasi serta mencari kebijakan yang memungkinkan keduanya mendapatkan kesempatan peningkatan karier.

"Coba cari kebijakan supaya mereka bisa naik," ujar Prabowo.

Prabowo Lega Dengar Penanganan Karhutla Riau

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan penanganan karhutla, termasuk area yang masih menjadi perhatian.

Presiden menyebut masih terdapat sekitar 900 hektare lahan yang harus dituntaskan dalam penanganan karhutla.

Ia meminta laporan segera disampaikan setelah area tersebut berhasil ditangani.

"Begitu 900 hektare selesai, ya, saya minta laporannya Pak Wadan TNI ya, sama Kapolri," kata Prabowo.

Prabowo mengaku sempat merasa khawatir sebelum mendarat di Riau setelah mengetahui kondisi karhutla yang terjadi.

Namun, setelah menerima laporan mengenai perkembangan penanganan di lapangan, kekhawatiran tersebut berubah menjadi rasa lega.

"Saya besar hati. Waktu saya mau mendarat di udara, saya agak berdebar-debar. Waduh, jangan sampai situasinya jelek," ungkapnya.

"Ternyata doa saya mungkin agak dikabulkan dan saya dapat berita yang membesarkan hati saya," sambung Prabowo.

Puji Gotong Royong Tangani Karhutla

Menurut Prabowo, perkembangan penanganan karhutla tidak terlepas dari kerja keras seluruh personel yang berada di lapangan.

Ia menegaskan penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.

"Dan ini kerja keras saudara-saudara semua. Terima kasih semuanya, ini teamwork," ujar Prabowo.

Presiden juga mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh unsur dalam menangani karhutla di Riau.

"Saya senang tadi istilah Anda itu, gotong royong. Saya suka sekali," katanya.

Ia menyebut berbagai unsur telah bergerak bersama, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah hingga unsur sipil.

"TNI, Polri, BPBD, semua jalur, semua unsur pemerintah daerah, ya, sipil, semuanya bergerak. Ini yang kita inginkan," tegasnya.

Prabowo kemudian menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja keras melakukan pemadaman dan penanganan karhutla.

"Jadi saya terima kasih, saya besar hati. Laksanakan kegiatan ini, minimalkan," ujarnya.

Presiden meminta seluruh jajaran terus melanjutkan penanganan hingga titik api dan area yang masih terbakar dapat dituntaskan.

Ia juga menekankan pentingnya mempercepat proses pemadaman dan memastikan kondisi di lapangan benar-benar terkendali.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks