Pencarian

Podcast Kelupas

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Tak Sehat

Ahad, 23 Agustus 2026 • 09:17:01 WIB
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Tak Sehat
Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah Kota Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, kembali berada pada kategori tidak sehat, Minggu (23/8/2026) pagi. Kondisi ini terpantau dari dua sumber pemantauan kualitas udara, yakni IQAir dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan data IQAir yang dipantau pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru berada di angka 161 atau masuk kategori tidak sehat. Polutan utama yang terdeteksi adalah partikulat halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 70,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Pada saat yang sama, suhu udara tercatat 26 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 8 km/jam dan kelembapan 72 persen.

Sementara itu, data BMKG pada pukul 07.00 WIB juga menunjukkan kondisi serupa. Konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat 62,5 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.

BMKG mengelompokkan konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5–150,4 µg/m³ ke dalam kategori tidak sehat.

Data tersebut menunjukkan konsentrasi partikulat halus di udara Pekanbaru masih berada di atas ambang kategori sedang. Meski angka dari IQAir dan BMKG berbeda, keduanya sama-sama menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada pada level tidak sehat pada Minggu pagi.

Kondisi ini juga sejalan dengan pemantauan BMKG terhadap kondisi atmosfer Pekanbaru. Pada Minggu pagi, BMKG mencatat kondisi berasap di Bandara Sultan Syarif Kasim II dengan jarak pandang sekitar 4 kilometer. Angin tercatat bertiup dari arah selatan dengan kecepatan 7,4 km/jam.

Sebelumnya, kualitas udara Pekanbaru juga sempat mengalami penurunan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut membuat konsentrasi PM2.5 meningkat dan kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

Dengan kondisi udara yang masih tidak sehat, masyarakat di Pekanbaru, terutama kelompok sensitif, perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Penggunaan masker juga dapat menjadi langkah perlindungan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks