RIAU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan (Diskes) tengah mempersiapkan bantuan masker untuk Kabupaten Pelalawan.
Hal tersebut menyusul adanya permintaan sebanyak 18 ribu pcs masker dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan dikarenakan memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kerumutan.
"Pelalawan meminta 18 ribu masker. Saat ini permintaannya sedang kami siapkan untuk dikirim ke sana," kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, Zulkifli, Sabtu (22/8/2026).
Dikatakan Zulkifli, Pemkab Pelalawan juga mengajukan kebutuhan masker oksigen untuk mendukung penanganan dampak kabut asap. Bantuan masker oksigen nantinya akan disuplay ke posko-posko penanggulangan melalui pemerintah setempat.
Zulkifli mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak karhutla, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
"Untuk masyarakat, kami mengimbau agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya di daerah yang terdampak karhutla. Kalau memang terpaksa harus keluar, gunakan masker," tegasnya.
Ia menambahkan, penggunaan masker penting dilakukan sebagai langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel dan polutan akibat asap karhutla, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Untuk diketahui, memburuknya kualitas udara di Pelalawan saat ini karena dipicu asap dari karhutla yang terjadi di Kecamatan Kerumutan.
Karhutla terjadi di wilayah yang cukup luas dan berada di kawasan dengan kondisi tanah bergambut. Selain itu, vegetasi hutan yang masih rapat menimbulkan asap yang ditimbulkan cukup pekat.
Pemkab Pelalawan sendiri saat ini sudah mengambil langkah perlindungan terhadap pelajar dan tenaga pendidik.
Melalui dinas pendidikan setempat, para pelajar dan tenaga pendidik menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Aktivitas di luar ruangan juga dibatasi untuk mengurangi paparan asap.