Pencarian

Podcast Kelupas

Pemprov Riau Dorong Pelajar Mahir Mengelola Keuangan Digital

Kamis, 20 Agustus 2026 • 15:33:36 WIB
Pemprov Riau Dorong Pelajar Mahir Mengelola Keuangan Digital
Asisten III Setda Riau, M Job Kurniawan.

RIAU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong perluasan kepemilikan rekening sekaligus memperkuat literasi keuangan bagi pelajar.

Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan menyebutkan hal tersebut agar generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab.

"Pemerataan akses rekening dinilai penting agar kebiasaan menabung dapat tumbuh sejak usia sekolah dan menjadi bagian dari pola pengelolaan keuangan generasi muda," kata M Job Kurniawan, Kamis (20/8/2026).

Job Kurniawan mengatakan semangat Hari Indonesia Menabung perlu diterjemahkan melalui langkah nyata untuk memperluas kepemilikan rekening di kalangan pelajar Riau.

“Kami ingin seluruh pelajar di Riau memiliki rekening dan membangun kebiasaan menabung secara rutin. Untuk itu, diperlukan kerja bersama antara sekolah, dinas pendidikan, perbankan, OJK, Bank Indonesia, serta pemerintah kabupaten dan kota,” tuturnya.

Ia menyebutkan capaian kepemilikan rekening pelajar di Riau telah menunjukkan perkembangan positif, namun masih terdapat siswa yang belum memiliki rekening. Karena itu, sekolah dan perbankan diminta melakukan pemetaan serta memperkuat koordinasi agar kelompok pelajar yang belum terlayani dapat segera dijangkau.

“Jangan sampai masih ada siswa yang belum memiliki rekening hanya karena koordinasi yang belum berjalan maksimal. Kita ingin capaian ini terus meningkat dan pada tahun-tahun mendatang seluruh pelajar Riau dapat menikmati akses tabungan yang aman dan sesuai kebutuhan,” katanya.

Menurutnya, peningkatan inklusi keuangan juga harus berjalan seiring dengan penguatan literasi. Memiliki rekening saja tidak cukup apabila masyarakat, khususnya pelajar, belum memahami manfaat, biaya, risiko, hak, kewajiban, serta aspek keamanan dari produk dan layanan keuangan yang digunakan.

“Kita tidak ingin masyarakat hanya memiliki akses, tetapi tidak memahami layanan yang digunakan. Literasi harus tumbuh bersama dengan inklusi agar masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat dari produk keuangan yang mereka gunakan,” tegasnya.

Ia mengingatkan perkembangan layanan keuangan digital turut menghadirkan tantangan baru, terutama bagi pelajar yang sejak dini telah akrab dengan teknologi. Karena itu, pemahaman mengenai keamanan data pribadi, OTP, pinjaman online, investasi ilegal, hingga berbagai modus penipuan perlu diperkenalkan melalui pendidikan yang mudah dipahami.

“Anak-anak harus mengetahui bagaimana menjaga data pribadi dan mengenali risiko sebelum menggunakan produk keuangan. Jangan sampai kemudahan teknologi justru membuat mereka terjebak dalam layanan yang tidak aman atau keputusan finansial yang merugikan,” pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks