Pencarian

Podcast Kelupas

Membara, 355 Titik Panas Terdeteksi di Riau Hari Ini

Ahad, 23 Agustus 2026 • 07:44:00 WIB
Membara, 355 Titik Panas Terdeteksi di Riau Hari Ini
Petugas berjibaku melakukan pemadaman kebakaran lahan.

RIAU (RA) - Sebanyak 355 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan BMKG. Jumlah tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota, dengan Pelalawan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang menyebutkan, dari total 355 hotspot di Riau, sebanyak 216 titik berada di Kabupaten Pelalawan.

“Selain Pelalawan, hotspot juga terdeteksi cukup banyak di Kabupaten Indragiri Hilir dengan 80 titik,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).

Sementara itu, hotspot lainnya tersebar di sejumlah wilayah Riau. Kabupaten Kuantan Singingi tercatat memiliki 12 titik, Kampar 11 titik, Siak 10 titik, Kepulauan Meranti 7 titik, Indragiri Hulu 6 titik, Bengkalis 5 titik, Rokan Hulu 3 titik, Rokan Hilir 3 titik, dan Kota Dumai 2 titik.

Elisa menjelaskan, dari 355 titik panas yang terpantau di Riau, 47 titik di antaranya berada pada tingkat kepercayaan tinggi dan dipastikan sebagai titik api atau karhutla. Sementara 304 titik berada di level sedang dan 4 titik di level rendah. 

Dengan demikian, Pelalawan dan Indragiri Hilir menjadi dua wilayah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi di Riau.

Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 2.610 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 1.311 titik.

Berikutnya Jambi dengan 278 titik, Bangka Belitung 268 titik, Lampung 187 titik, Aceh 67 titik, Kepulauan Riau 55 titik, Sumatera Utara 45 titik, Sumatera Barat 27 titik, Bengkulu 17 titik, dan Riau 355 titik.

Tingginya jumlah hotspot di Riau menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca yang relatif panas dan kering di sejumlah wilayah. Terlebih, pada Minggu pagi BMKG juga memprakirakan kondisi udara kabur.

Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. 

Pantauan hotspot merupakan indikator adanya anomali panas dan tidak serta-merta menunjukkan seluruh titik sebagai kebakaran. Namun, peningkatan konsentrasi hotspot perlu diwaspadai dan ditindaklanjuti dengan pemantauan di lapangan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks