Pencarian

Podcast Kelupas

13 Hektare Lahan di Rimbo Panjang Kampar Terbakar, Api Belum Padam

Selasa, 25 Agustus 2026 • 17:07:50 WIB
13 Hektare Lahan di Rimbo Panjang Kampar Terbakar, Api Belum Padam
Pemadaman di kawasan Jalan Keluarga, Dusun II, Desa Rimbo Panjang.

KAMPAR (RA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, belum sepenuhnya padam.

Memasuki hari ke-11, sebanyak 10 regu gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lahan gambut yang terbakar.

Operasi penanganan karhutla berlangsung pada Selasa (25/8/2026) sejak sekitar pukul 08.30 WIB. Pemadaman dipusatkan di kawasan Jalan Keluarga, Dusun II, Desa Rimbo Panjang.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 13 hektare. Kondisi medan yang didominasi gambut cukup dalam dan semak belukar menjadi tantangan bagi petugas.

Lahan gambut memiliki karakteristik api yang dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan tanah.

Karena itu, meski kobaran api di permukaan berhasil dikendalikan, petugas tetap harus melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang memimpin langsung pembagian kekuatan menjadi 10 regu.

Personel ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai rawan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas.

Total personel gabungan yang dikerahkan terdiri dari 153 personel Polri, 45 personel Brimob, 30 personel TNI, 18 personel BPBD, dan 18 personel Manggala Agni.

Penanganan juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan swasta. PT SBAL mengerahkan 9 personel, PT Tasma Puja 4 personel, sedangkan PT Rama Jaya Pramukti menurunkan 6 personel.

Berbagai peralatan turut dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api di lahan gambut. Brimob menggunakan pompa ministriker, nosel, selang, mesin Robin dan sarana transportasi.

Polres Kampar juga mengerahkan tujuh unit ministriker, satu mesin Robin, serta sejumlah selang dan nosel.

Sementara TNI menyiapkan kendaraan tangki air, BPBD mengerahkan mesin pompa bertekanan, dan Manggala Agni membawa peralatan khusus untuk penanganan kebakaran gambut.

Dukungan perusahaan berupa mobil pemadam kebakaran, pompa jinjing hingga perlengkapan keselamatan juga digunakan dalam proses pemadaman.

Meski lokasi karhutla berada tidak jauh dari akses jalan umum, petugas masih menghadapi kendala angin yang cukup kencang.

Tiupan angin membuat petugas kesulitan mengarahkan semprotan air secara maksimal ke titik api. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko asap dan percikan api menyebar ke area lain.

Petugas kemudian melakukan sejumlah langkah antisipasi. Selain memadamkan titik api yang terlihat, mereka membuat blokade pada area yang belum terbakar.

Penyiraman dilakukan secara menyeluruh sebagai proses pendinginan. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari lapisan gambut di bawah permukaan.

Garis polisi juga dipasang di sepanjang batas tempat kejadian perkara (TKP) untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi.

Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, api di permukaan berhasil dikendalikan. Namun, kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya potensi panas atau bara di lapisan bawah gambut. Karena itu, proses pendinginan terus dilakukan sampai lokasi benar-benar dinyatakan aman.

Secara umum, situasi di lokasi karhutla Rimbo Panjang terpantau aman, terkendali dan kondusif.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang menegaskan keselamatan dan kesehatan personel menjadi prioritas utama dalam operasi penanganan karhutla.

"Keselamatan dan kesehatan personel adalah prioritas utama. Medan gambut dan angin kencang merupakan tantangan berat, namun semangat kebersamaan kita tidak boleh tergoyahkan. Bekerjalah dengan hati-hati, saling menjaga rekan sejawat, dan gunakan perlengkapan pelindung diri dengan benar," tegas Boby.

Dia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Kampar, khususnya warga Kecamatan Tambang, untuk tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu percikan api. Jika berada di sekitar lokasi kebakaran, gunakan masker untuk menjaga kesehatan pernapasan. Kami akan terus berupaya hingga api benar-benar padam dan wilayah kembali aman," pungkasnya.

Hingga Selasa siang, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.

Penanganan akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu karhutla di kawasan Rimbo Panjang, Kampar.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks