PEKANBARU (RA) – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, tercatat 491 hotspot terdeteksi di Riau hingga Senin (24/8/2026).
Angka tersebut meningkat dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencatat 355 hotspot di Riau. Artinya, terdapat penambahan 136 titik panas dalam periode pemantauan tersebut.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, mengatakan hotspot Riau tersebar di sejumlah kabupaten. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 239 titik.
“Disusul Kabupaten Indragiri Hilir dengan 166 titik. Kemudian Bengkalis 30 titik, Rokan Hulu 12 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Kampar 9 titik, Rokan Hilir 8 titik, Siak 7 titik, Kuantan Singingi 4 titik, serta Kota Dumai 3 titik,” ujarnya.
Data BMKG menunjukkan konsentrasi hotspot paling tinggi berada di Pelalawan dan Indragiri Hilir. Jika digabungkan, kedua daerah tersebut menyumbang 405 titik atau sebagian besar dari total hotspot yang terdeteksi di Riau.
Secara keseluruhan di Pulau Sumatera, BMKG mendeteksi 2.945 hotspot. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah tertinggi, yakni 1.429 titik, disusul Jambi 437 titik, Lampung 203 titik, Aceh 114 titik, Bangka Belitung 115 titik, Sumatera Utara 64 titik, Kepulauan Riau 53 titik, Bengkulu 19 titik, dan Sumatera Barat 20 titik.
Di tengah meningkatnya jumlah hotspot, kondisi cuaca Riau pada Senin juga masih didominasi udara kabur hingga cerah berawan pada pagi hari.
Pada siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Siak, dan Kota Dumai pada malam hari.
Sementara pada dini hari, udara diprakirakan kabur hingga cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Rokan Hulu dan Kampar.
BMKG mencatat suhu udara Riau berkisar 23-34 derajat Celsius dengan kelembapan 50-95 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.
Meski tidak ada peringatan dini cuaca yang dikeluarkan, tingginya jumlah hotspot menjadi perhatian, khususnya di wilayah yang memiliki konsentrasi titik panas seperti Pelalawan dan Indragiri Hilir.
Data hotspot tersebut merupakan hasil pemantauan BMKG dan keberadaan titik panas perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan untuk memastikan apakah merupakan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).