Pencarian

Podcast Kelupas

Kabut Asap Makin Pekat, Kualitas Udara Pekanbaru Terus Menurun

Ahad, 23 Agustus 2026 • 18:08:59 WIB
Kabut Asap Makin Pekat, Kualitas Udara Pekanbaru Terus Menurun
Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, terus memburuk pada Minggu (23/8/2026). Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah semakin pekat, sementara konsentrasi partikulat halus (PM2.5) terpantau berada pada kategori tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan BMKG pada pukul 16.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 133,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

Kondisi serupa juga terlihat dari pemantauan IQAir. Pada pukul 17.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru berada di angka 177 atau kategori tidak sehat. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi 92,4 µg/m³.

Angka tersebut menunjukkan kualitas udara masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Sebelumnya, pemantauan BMKG pada pukul 07.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 62,5 µg/m³. Sementara IQAir pada pukul 08.00 WIB mencatat PM2.5 sebesar 70,3 µg/m³ dengan AQI 161.

Dengan demikian, kondisi udara yang sejak pagi sudah berada pada kategori tidak sehat belum menunjukkan perbaikan hingga sore hari. Bahkan, kabut asap yang terlihat di sejumlah kawasan Pekanbaru membuat jarak pandang dan kejernihan udara semakin terganggu.

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di Riau. BMKG Stasiun Pekanbaru pada Minggu pagi mendeteksi 355 titik panas di Provinsi Riau, dengan jumlah yang cukup besar tersebar di sejumlah kabupaten.

Kondisi udara buruk tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat. Warga, khususnya kelompok rentan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan asap meningkat dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

BMKG juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara di Riau, termasuk potensi kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Situasi ini menjadi peringatan bahwa persoalan kabut asap di Pekanbaru belum berakhir. Seiring meningkatnya konsentrasi PM2.5, masyarakat diminta tetap waspada terhadap dampak buruk paparan polusi udara.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks