JAKARTA (RA) - Sindikat pemalsuan meterai berhasil dibongkar Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Pengungkapan tersebut mengungkap potensi kerugian penerimaan negara yang mencapai sekitar Rp1 triliun.
Dalam pengungkapan pada Rabu (18/8/2026), polisi menyita 3.438.541 keping meterai palsu pecahan Rp10.000 yang digagalkan peredarannya.
Selain meterai palsu yang siap diedarkan, petugas juga menyita tiga gulungan bahan baku yang diduga akan digunakan untuk memproduksi meterai palsu.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI Bimo Wijayanto mengatakan tiga gulungan bahan baku tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 33.334.153 keping meterai.
Jika seluruh meterai tersebut berhasil diproduksi dan diedarkan, nilai nominalnya diperkirakan mencapai sekitar Rp1,03 triliun.
"Artinya, apabila kegiatan ini tidak dihentikan, potensi penerimaan negara yang hilang dapat mencapai sekitar Rp1 triliun," kata Bimo.
Pengungkapan sindikat tersebut juga tidak hanya terjadi di satu wilayah. Pemalsuan meterai ditemukan di sejumlah provinsi lain, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara.
Meterai pecahan Rp10.000 masih banyak digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan administrasi dan dokumen.
Pada momen tertentu, permintaan meterai bahkan dapat meningkat sehingga masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan meterai fisik.
Kondisi tersebut pernah terjadi saat proses seleksi CPNS dan PPPK, ketika kebutuhan meterai meningkat dan masyarakat juga beralih menggunakan e-meterai.
Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati saat membeli meterai, terutama jika ditawarkan dengan harga jauh di bawah nilai nominal.
Begini Cara Cek Meterai Fisik Asli
Direktorat Jenderal Pajak sebelumnya telah memberikan panduan untuk membedakan meterai tempel asli dan palsu.
Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan dengan metode dilihat, diraba dan digoyang.
Jika dilihat, meterai asli memiliki tiga bentuk perforasi atau lubang, yakni bulat, oval dan bintang.
Sementara ketika diraba, angka pada meterai asli terasa kasar. Teknologi cetak yang digunakan juga membuat karakteristik tertentu pada meterai dapat dirasakan ketika disentuh.
Meterai asli juga memiliki efek perubahan warna atau color shifting ketika digoyangkan.
Pemeriksaan lainnya dapat dilakukan dengan membasahi bagian belakang meterai menggunakan air. Jika meterai tidak menempel setelah dibasahi, produk tersebut patut dicurigai palsu karena dapat memiliki perbedaan pada bahan kertas maupun perekat.
Masyarakat juga dapat menggunakan sinar ultraviolet (UV). Meterai asli memiliki hologram yang akan memberikan efek pendaran ketika disinari lampu UV.
Sebaliknya, meterai palsu dapat memiliki tampilan menyerupai hologram tetapi tidak menunjukkan reaksi pendaran yang sama.
DJP juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur meterai yang ditawarkan jauh di bawah harga nominal karena berpotensi merupakan produk palsu.
Cara Cek E-Meterai Asli
Selain meterai fisik, masyarakat juga perlu mewaspadai peredaran e-meterai palsu.
Keaslian e-meterai dapat diperiksa menggunakan aplikasi Peruri Scanner atau melalui laman verifikasi PDF milik Peruri.
Cara pemeriksaannya antara lain:
1. Buka aplikasi Peruri Scanner atau laman verifikasi PDF Peruri.
2. Unggah dokumen yang telah dibubuhi e-meterai.
3. Centang captcha "I'm not a robot".
4. Pilih Upload PDF.
5. Tunggu proses verifikasi selesai.
E-meterai asli memiliki nomor seri unik dan memuat gambar Garuda Pancasila.
Selain itu terdapat tulisan "Meterai Elektronik", angka "10000" serta tulisan "Sepuluh Ribu Rupiah".
Masyarakat juga perlu memperhatikan format dokumen. E-meterai digunakan pada dokumen berformat PDF.
Jika ada pihak yang menjual e-meterai kemudian meminta dokumen dalam format selain PDF dengan alasan tertentu, masyarakat disarankan berhati-hati dan tidak melanjutkan transaksi sebelum memastikan keasliannya.
Jangan Tergiur Harga Murah
Untuk menghindari meterai palsu, masyarakat disarankan membeli meterai fisik maupun e-meterai melalui distributor atau pengecer resmi.
Pembelian sebaiknya tidak dilakukan dari penjual yang menawarkan harga jauh di bawah nilai nominal.
Meterai fisik asli dijual sesuai nilai nominalnya, sedangkan distribusinya dilakukan melalui saluran resmi yang ditunjuk pemerintah.
Dengan terbongkarnya sindikat meterai palsu yang berpotensi menggerus penerimaan negara hingga lebih dari Rp1 triliun tersebut, masyarakat diimbau semakin teliti sebelum membeli maupun menggunakan meterai.
Jangan hanya melihat harga murah, tetapi pastikan meterai yang digunakan benar-benar asli dan dapat diverifikasi.