SIAK (RA) - Nama almarhum Tengku Mansyur Chalid, sosok pejuang dari Siak, kembali dikenang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memberikan penghargaan kepada 10 tokoh pejuang daerah dalam rangkaian peringatan HUT ke-69 Provinsi Riau.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Riau, Minggu (9/8/2026). Dari 10 tokoh yang mendapat penghargaan, salah satunya adalah almarhum Tengku Mansyur Chalid.
Tengku Mansyur Chalid tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tokoh yang ikut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di tanah Siak pada masa perjuangan 1945-1950.
Ia mendapat tugas langsung dari Sultan Syarif Kasim sebagai panglima perang Kerajaan Siak. Tengku Mansyur Chalid memimpin pasukan Hibuwatan, tentara Pemuda Islam, bersama Tengku Husman.
Selain memimpin pasukan, ia juga disebut turut menghimpun dana untuk mendukung latihan perang dalam menghadapi Agresi Militer Belanda.
Salah satu bagian penting dari perjuangannya adalah mempersiapkan pengibaran bendera Merah Putih sekaligus menurunkan bendera Belanda di halaman Istana Kerajaan Siak.
Bendera tersebut kemudian diserahkan kepada Tengku Maharatu untuk dijahit dan warna birunya dibuang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan simbol kemerdekaan Indonesia di tanah Siak.
Perjuangan Tengku Mansyur Chalid bersama para pejuang lainnya juga disebut berkontribusi dalam mempertahankan kantong-kantong gerilya di daerah pada masa agresi Belanda.
Perjuangan hingga KMB
Perjuangan bersenjata dan gerakan gerilya di berbagai daerah menjadi salah satu faktor yang turut memberikan tekanan terhadap Belanda hingga berlangsungnya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, pada 23 Agustus-2 November 1949.
KMB mempertemukan delegasi Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda dengan mediasi United Nations Commission for Indonesia (UNCI).
Delegasi Indonesia dipimpin Mohammad Hatta, sementara BFO dipimpin Sultan Hamid II.
Salah satu hasil utama KMB adalah kesepakatan penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada Republik Indonesia Serikat (RIS).
Bupati Siak: Jangan Lupakan Sejarah
Bupati Siak Afni Zulkifli mengaku terharu atas penghargaan yang diberikan kepada Tengku Mansyur Chalid.
Ia mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah perjuangan yang ada di Bumi Lancang Kuning, khususnya sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura.
Menurut Afni, keberadaan Provinsi Riau saat ini tidak terlepas dari jasa para pejuang terdahulu, termasuk tokoh-tokoh yang berasal dari Kesultanan Siak.
"Alhamdulillah, salah satu pahlawan nasional dari Provinsi Riau adalah Sultan Syarif Kasim. Yang sejarahnya bisa kita saksikan dan hasil perjuangannya bisa kita nikmati," kata Afni kepada RiauAktual, Minggu (9/8/2026).
Afni mengatakan masih banyak tokoh perjuangan dari Riau, khususnya dari tanah Kerajaan Siak, yang perlu terus dikenang dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Salah satunya adalah Tengku Mansyur Chalid yang dikenal sebagai panglima Kerajaan Siak.
"Hari ini salah satu tokoh masyarakat Siak juga ditetapkan sebagai salah satu penerima penghargaan sebagai pahlawan tokoh dan pejuang daerah Provinsi Riau, yakni Tengku Mansyur Chalid," terang Afni.
Menurut Afni, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai peran Tengku Mansyur Chalid dalam sejarah perjuangan Siak.
"Kalau ini tidak diingatkan, masyarakat bisa lupa kalau sosok Tengku Mansyur Chalid adalah salah satu panglima dari Kerajaan Kesultanan Siak Sri Indrapura," ujarnya.
Afni menambahkan, rumah dan sejumlah peninggalan Tengku Mansyur Chalid hingga kini masih ada di kawasan depan KUTAB, di samping Istana Siak.
Ia berharap peringatan HUT ke-69 Provinsi Riau menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Pekanbaru dan Siak, untuk kembali mengenal sejarah perjuangan para pendahulu.
"Di HUT Riau ke-69 ini, kita tidak melupakan sejarah yang ditinggalkan oleh pendahulu-pendahulu kita. Siak dan Riau seperti ini karena jasa dan perjuangan dari Kesultanan Siak," pungkasnya.