Pencarian

Podcast Kelupas

Karhutla Bengkalis Belum Terkendali, 80 Hektare Lahan Hangus Terbakar

Jumat, 17 Juli 2026 • 22:08:00 WIB
Karhutla Bengkalis Belum Terkendali, 80 Hektare Lahan Hangus Terbakar
Karhutla Bengkalis belum terkendali, 80 hektare lahan hangus terbakar.

PEKANBARU (RA) - Tim gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan udara menggunakan drone, luas lahan yang terbakar hingga hari ini diperkirakan telah mencapai sekitar 80 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi pemadaman masih terus dilakukan dengan melibatkan tiga regu Manggala Agni yang berasal dari Daops Dumai, Daops Siak, dan Daops Pekanbaru.

"Berdasarkan hasil pemantauan drone, estimasi luasan kebakaran di Pematang Pudu hingga hari ini mencapai sekitar 80 hektare," kata Ferdian.

Selain Manggala Agni, operasi darat juga melibatkan personel dari BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat yang bersama-sama melakukan upaya pemadaman di lapangan.

Untuk mempercepat penanganan, operasi darat turut diperkuat dengan dukungan tiga helikopter water bombing yang melakukan pengeboman air pada titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Ferdian menjelaskan, pemadaman pada hari ini masih difokuskan untuk menekan penyebaran api. Sementara itu, operasi akan kembali dilanjutkan pada esok hari dengan strategi yang diperbaiki, terutama dalam aspek mobilisasi personel dan peralatan.

"Besok operasi akan kami lanjutkan dengan strategi yang diperbaiki, terutama terkait mobilisasi agar penanganan bisa lebih efektif," ujarnya.

Ia mengungkapkan, salah satu kendala utama yang dihadapi pada operasi hari ini adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi kebakaran. 

Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca, di mana kecepatan angin meningkat pada siang hari dan arahnya kerap berubah-ubah sehingga api lebih mudah meluas.

"Tadi pagi kendala utama kami adalah mobilisasi yang memakan waktu cukup lama. Memasuki siang, angin semakin kencang dan arahnya berubah-ubah sehingga menyulitkan proses pemadaman," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks