Pencarian

Podcast Kelupas

Cuaca Cerah Berawan, 8 Titik Panas Terdeteksi di Riau Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 • 08:48:49 WIB
Cuaca Cerah Berawan, 8 Titik Panas Terdeteksi di Riau Hari Ini
Cuaca cerah di Pekanbaru

PEKANBARU (RA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada Rabu (15/7/2026) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna, mengatakan pada pagi hari cuaca diprakirakan berkisar antara udara kabur hingga cerah berawan.

Memasuki siang hingga sore hari, cuaca cerah berawan hingga berawan masih mendominasi. Namun, hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Untuk malam hingga dini hari, kondisi cuaca kembali didominasi udara kabur hingga cerah berawan. Tidak ada potensi hujan," kata Yasir, Rabu (15/7/2026).

BMKG mencatat suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 55 hingga 99 persen. Sementara arah angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.

Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran skala kecil.

Sementara itu, berdasarkan pantauan citra satelit, BMKG mendeteksi sebanyak 242 titik panas di Pulau Sumatera. Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 72 titik, disusul Bangka Belitung 60 titik dan Jambi 43 titik.

Di Provinsi Riau terpantau sebanyak delapan titik panas yang tersebar di lima kabupaten, yakni Kabupaten Indragiri Hulu tiga titik, Kabupaten Siak dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Bengkalis.

Yasir mengimbau masyarakat tetap mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas, serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu karhutla.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks