Pencarian

Podcast Kelupas

Unjuk Rasa Diwarnai Aksi Pemukulan, DPRD Riau Minta Kapolda Usut Tuntas

Senin, 22 Juni 2026 • 22:49:00 WIB
Unjuk Rasa Diwarnai Aksi Pemukulan, DPRD Riau Minta Kapolda Usut Tuntas
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Riau, Andi Darma Taufik.

PEKANBARU (RA) - Aksi unjuk rasa yang digelar Cipayung Plus Kota Pekanbaru di depan Kantor DPRD Provinsi Riau sempat berlangsung ricuh, Senin (22/6/2026).

Bahkan, salah seorang massa aksi, dilaporkan menjalani perawatan di Rumah Sakit Awalbros Sudirman, pasca mendapat pukulan dari oknum tak dikenal.

Menanggapi hal tersebut, Legislator Fraksi PDI Perjuangan, Andi Darma Taufik menyebutkan pihaknya telah mendapat informasi tersebut dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pekanbaru.

"Berdasarkan informasi yang kita dapatkan, bahwa pemukulan dilakukan oleh oknum tak dikenal, yang merujuk pada ciri-ciri anggota kepolisian. Namun, tetap kita kedepankan asas praduga tak bersalah," kata Andi Darma.

Untuk itu, Andi meminta kejadian ini dapat diusut tuntas oleh Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Mengingat, selama ini, aksi unjuk rasa di depan Gedung Wakil Rakyat tersebut selalu berjalan dengan damai dan tidak merugikan pihak manapun dalam bentuk kekerasan fisik.

"Selama ini aksi apapun di depan kantor DPRD selalu berjalan aman dan damai. Tidak pernah ada aksi pemukulan dan menyebabkan massa masuk rumah sakit. Kita minta Kapolda untuk mengusut ini, jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian menjadi pudar, dikarenakan oknum tak bertanggungjawab ini," kata Andi.

Sementara itu, Ketua Cabang IMM Kota Pekanbaru, Rahmatul Aufa menyebutkan kejadian tersebut berawal saat salah satu kadernya ingin membakar spanduk sebagai bentuk ekspresi simbolik dalam aksi. Kemudian, aparat keamanan yang bertugas di lokasi bergerak masuk ke belakang kerumunan massa aksi dengan cara yang dinilai tidak proporsional dan tidak mengikuti prosedur pengamanan demonstrasi yang semestinya.

"Pergerakan mendadak aparat ini memicu kekacauan di tengah massa. Dalam situasi kericuhan yang terjadi, botol yang semula dipegang kader kami terlempar ke tengah jalan. Kami tegaskan bahwa pelemparan ini bukan tindakan yang disengaja, melainkan akibat dari tekanan fisik yang diciptakan oleh pergerakan aparat ke dalam kerumunan," kata Rahmatul.

Di tengah kekacauan tersebut, dikatakannya, aksi pemukulan itu terjadi.?Korban dipukul di bagian wajah, tepatnya di area mata dan pelipis hingga tergeletak di aspal dan hampir tidak sadarkan diri.

"Berdasarkan keterangan yang kami himpun dari sejumlah anggota massa aksi, termasuk kader GMNI dan PMII, tindakan kekerasan dilakukan oleh individu yang tidak dikenal dengan ciri-ciri fisik bertubuh besar, tinggi sekitar 178 cm, mengenakan baju berwarna hitam, celana hitam, rambut sebahu, mengenakan ikat," katanya.

Lebih lanjut, usai aksi pemukulan itu, oknum tersebut berlindung di area pagar gedung DPRD Provinsi Riau.

"Sejumlah saksi mata menyatakan bahwa individu tersebut bergerak dari arah yang sama dengan posisi aparat berpakaian preman atau intel. Kami tidak dalam posisi membuat kesimpulan final tentang identitas individu ini. Namun, kami menuntut pihak berwenang untuk segera mengidentifikasi dan mempertanggungjawabkan tindakan tersebut," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: Sri Wahyuni

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks