Pencarian

Podcast Kelupas

Pernah Mimpi Buruk sehabis Makan Keju? Ternyata Pernah Diteliti, Ini Temuan Ilmiahnya

Selasa, 16 Juni 2026 • 06:28:55 WIB
Pernah Mimpi Buruk sehabis Makan Keju? Ternyata Pernah Diteliti, Ini Temuan Ilmiahnya
Ilustrasi makan keju.

RIAUAKTUAL (RA) - Pernah mendengar larangan makan keju sebelum tidur karena konon bisa menyebabkan mimpi buruk? Kepercayaan ini sudah beredar selama puluhan tahun dan kerap dianggap sebagai mitos belaka. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anggapan tersebut mungkin tidak sepenuhnya salah.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa penyebabnya kemungkinan bukan keju itu sendiri. Ada faktor lain yang diduga berperan, yakni gangguan pencernaan yang dialami sebagian orang setelah mengonsumsi produk susu.

Hubungan antara keju dan mimpi buruk sebenarnya sudah lama menjadi bahan perdebatan. Bahkan, kepercayaan bahwa makan keju sebelum tidur dapat memicu mimpi yang aneh atau menakutkan telah beredar selama puluhan tahun.

Dugaan tersebut sempat diteliti oleh Tore Nielsen dan rekan-rekannya dari Université de Montréal dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Psychology pada 2015. Penelitian itu meneliti hubungan antara pola makan, kualitas tidur, dan mimpi pada sejumlah responden.

Hasilnya menunjukkan bahwa produk susu, termasuk keju, menjadi salah satu jenis makanan yang paling sering dikaitkan responden dengan mimpi yang mengganggu. Selain produk susu, makanan pedas dan makanan manis juga kerap disebut memengaruhi pengalaman bermimpi.

Meski demikian, dalam riset tersebut belum dapat memastikan apakah keju benar-benar menjadi penyebab mimpi buruk. Temuan ini lebih menunjukkan adanya hubungan berdasarkan pengalaman yang dilaporkan responden, bukan bukti bahwa keju secara langsung memicu mimpi yang menakutkan.

Karena itu, ahli menilai masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Jika memang ada kaitan antara produk susu dan mimpi buruk, pertanyaan berikutnya adalah: apa mekanisme yang mendasarinya?

Sepuluh tahun setelah studi sebelumnya, Tore Nielsen dan rekan-rekannya dari Université de Montréal kembali menelusuri hubungan antara makanan dan mimpi. Studi lanjutan yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology pada 2025 itu melibatkan 1.082 mahasiswa dan mencoba mencari penjelasan yang mungkin berada di balik anggapan bahwa produk susu dapat memicu mimpi buruk.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimpi buruk lebih sering dilaporkan oleh peserta yang memiliki intoleransi laktosa dan mengalami gejala pencernaan, seperti kembung, banyak gas, atau nyeri perut. Menurut ahli, gangguan pencernaan yang muncul saat tidur dapat mengganggu kualitas istirahat seseorang, sehingga memengaruhi pengalaman bermimpi.

Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa hubungan antara intoleransi laktosa dan mimpi buruk sebagian besar dapat dijelaskan oleh tingkat keparahan gejala pencernaan yang dialami peserta. Dengan kata lain, bukan keju atau produk susu itu sendiri yang diduga memicu mimpi buruk, melainkan rasa tidak nyaman pada saluran cerna yang muncul setelah mengonsumsinya.

"Nightmare severity is robustly associated with lactose intolerance and other food allergies," tulisnya dalam studi tersebut. Mereka juga menyebut bahwa temuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa produk susu selama ini sering dianggap sebagai pemicu mimpi buruk.

Meski demikian, ahli mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah mengurangi konsumsi produk susu pada orang dengan intoleransi laktosa benar-benar dapat menurunkan frekuensi mimpi buruk atau memperbaiki kualitas tidur mereka.

Meski begitu, temuan ini memberikan petunjuk bahwa bagi sebagian orang, khususnya yang memiliki intoleransi laktosa, gangguan pencernaan pada malam hari mungkin menjadi "dalang" di balik mimpi buruk yang selama ini dikaitkan dengan keju.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks