Pencarian

Podcast Kelupas

Meski di Lahan Sempit, Lapas Pekanbaru Mampu Hasilkan 800 Butir Telur Ayam per Hari

Kamis, 11 Juni 2026 • 11:29:00 WIB
Meski di Lahan Sempit, Lapas Pekanbaru Mampu Hasilkan 800 Butir Telur Ayam per Hari
Peternakan ayam petelur Lapas Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus memperkuat perannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). 

Salah satu program yang kini menunjukkan hasil nyata adalah peternakan ayam petelur yang mampu menghasilkan sekitar 800 butir telur setiap hari.

Program tersebut tidak hanya menjadi kontribusi Lapas Pekanbaru dalam mendukung swasembada pangan, tetapi juga menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan keberhasilan peternakan ayam petelur tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Lapas Pekanbaru berkomitmen penuh untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan strategis dari Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Produksi telur ayam ini merupakan bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian yang kami jalankan mampu memberikan hasil yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Yuniarto, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada hasil produksi, melainkan juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang mendorong perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas warga binaan.

“Dengan memanfaatkan lahan terbatas, kami mengoptimalkan penggunaan teknologi sederhana seperti kandang modern untuk meningkatkan efisiensi. Harapannya, warga binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah bebas dan mampu berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga binaan yang terlibat dalam program peternakan ayam petelur, Baner, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini. Selain menambah ilmu dan keterampilan, kegiatan ini juga memotivasi saya untuk berubah menjadi lebih baik dan siap menjalani kehidupan mandiri setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Ke depan, program peternakan ayam petelur ini diharapkan terus berkembang sebagai salah satu unit pembinaan unggulan di Lapas Pekanbaru. Selain memenuhi kebutuhan internal, hasil produksinya juga berpotensi mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat sekitar.

Melalui berbagai program pembinaan yang produktif dan inovatif, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks