Pencarian

Podcast Kelupas

Karhutla Hanguskan 70 Hektare Lahan di Rokan Hilir, Titik Api Baru Muncul di Bangko

Rabu, 03 Juni 2026 • 16:36:04 WIB
Karhutla Hanguskan 70 Hektare Lahan di Rokan Hilir, Titik Api Baru Muncul di Bangko
Upaya pemadaman di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, oleh tim Manggala Agni. (dokumentasi Manggala Agni)

PEKANBARU (RA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, terus menjadi perhatian serius.

Hingga Rabu (3/6/2026), luas lahan yang terbakar di wilayah Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir diperkirakan mencapai 70 hektare.

Di saat yang sama, tim patroli udara juga menemukan titik kebakaran baru di Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, serta di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Petugas Manggala Agni yang berjibaku di lapangan menghadapi tantangan berat akibat cuaca panas yang menyengat.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan penyekatan api harus dilakukan secara intensif untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan dua tim Manggala Agni masih difokuskan di kawasan Rantau Bais untuk melakukan penyekatan api.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena kebakaran berada di dekat area yang memiliki vegetasi mudah terbakar serta lahan perkebunan milik masyarakat.

"Siang ini kondisi di Rantau Bais sangat panas. Dua tim Manggala Agni terus melakukan penyekatan kebakaran karena di sekitar lokasi terdapat tanaman akasia liar dan kebun sawit milik masyarakat yang berpotensi terdampak," kata Ferdian, Rabu (3/6/2026).

Dari hasil pemantauan sementara, luas lahan yang terbakar di Rantau Bais diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare.

Meski demikian, angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut menggunakan analisis citra satelit setelah proses pemadaman selesai.

"Luas kebakaran saat ini kami estimasikan sekitar 70 hektare. Untuk angka yang lebih akurat akan dilakukan analisis lanjutan berdasarkan citra satelit," ujarnya.

Selain menangani kebakaran di Rantau Bais, tim Manggala Agni juga bergerak cepat menyusul ditemukannya titik api baru di wilayah Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.

"Temuan tersebut diperoleh dari hasil patroli udara yang dilakukan pada pagi hari," pungkasnya.

Menindaklanjuti laporan itu, satu tim dari Daops Manggala Agni Dumai langsung diberangkatkan menuju lokasi guna melakukan penanganan dan mencegah kebakaran meluas.

Tak hanya itu, kebakaran juga terpantau terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

"Untuk mengantisipasi perkembangan api, satu tim dari Daops Siak telah diterjunkan ke lokasi dengan menyeberangi perairan menuju Pulau Rupat," ungkapnya.

Ferdian menjelaskan pihaknya juga menyiapkan tambahan personel dari Jambi sebagai langkah antisipasi apabila kondisi di lapangan membutuhkan penguatan operasi pemadaman.

"Satu tim Daops Siak sudah menyeberang menuju lokasi kebakaran di Pulau Rupat. Kami juga menyiapkan dua regu tambahan dari Jambi untuk bersiaga membantu penanganan," jelasnya.

Meski demikian, hingga siang hari petugas belum dapat memastikan luas area yang terbakar di Pulau Rupat. Tim yang diterjunkan baru tiba di lokasi sehingga belum melakukan pengecekan menyeluruh atau size up lapangan.

Namun, berdasarkan hasil pemantauan udara, kebakaran di wilayah tersebut diperkirakan cukup luas.

Kepulan asap tebal terlihat membumbung dari area yang didominasi tanaman akasia, sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api jika tidak segera dikendalikan.

"Untuk luasan belum bisa dipastikan karena tim baru bergerak ke lokasi. Tetapi dari pantauan udara, area yang terbakar terlihat cukup luas dan menghasilkan asap tebal karena bahan bakarnya didominasi tanaman akasia," tutur Ferdian.

Saat ini seluruh personel gabungan terus melakukan pemadaman dan penyekatan di sejumlah titik kebakaran.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya karhutla sekaligus melindungi lingkungan serta lahan perkebunan milik masyarakat dari ancaman kebakaran yang lebih besar.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks