Pencarian

Podcast Kelupas

Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan B50, Uji Jalan Dikebut Sebelum Berlaku Juli 2026

Ahad, 31 Mei 2026 • 11:11:50 WIB
Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan B50, Uji Jalan Dikebut Sebelum Berlaku Juli 2026
Ilustrasi B50.

JAKARTA (RA) – Indonesia mencatat sejarah baru dalam pengembangan energi terbarukan dengan menjadi negara pertama di dunia yang akan menerapkan campuran biodiesel 50 persen ke dalam solar atau B50 secara nasional. Pemerintah menargetkan implementasi mandatori B50 mulai berlaku pada Juli 2026 sebagai langkah memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan Indonesia saat ini tengah mempercepat rangkaian uji jalan (road test) B50 di berbagai sektor untuk memastikan kesiapan mesin dan infrastruktur pendukung.

"Ini adalah contoh yang sangat bagus, ini adalah yang pertama di dunia. Tidak ada negara yang menggunakan 50% biodiesel untuk dicampur ke dalam solar," ujar Eniya dalam ajang The 50th IPA Convention & Exhibition di ICE BSD, Tangerang.

Menurutnya, pengujian B50 dilakukan secara serentak di enam sektor strategis, yakni otomotif, alat dan mesin pertanian, transportasi maritim, alat berat pertambangan, perkeretaapian, serta pembangkit listrik.

"Jadi sekarang kita sedang melakukan uji jalan di enam sektor: otomotif, pertanian, mesin pabrik, transportasi maritim, alat berat pertambangan, kereta api, serta pembangkit listrik," katanya.

Pemerintah optimistis implementasi B50 akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan perhitungan Kementerian ESDM, program tersebut berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun pada 2026.

Selain itu, kebijakan ini juga diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 2,2 juta lapangan kerja baru di berbagai sektor, mulai dari perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan biodiesel, hingga sektor distribusi energi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik sekaligus memperkuat nilai tambah industri hilir dalam negeri.

Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 diproyeksikan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton CO2 pada tahun 2026.

Eniya juga mengungkapkan bahwa perkembangan internasional semakin mendukung pemanfaatan biodiesel. Menurutnya, International Maritime Organization kini telah menerima biodiesel sebagai salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk menurunkan emisi sektor transportasi.

"Kabar baiknya adalah IMO sekarang menerima biodiesel ini sebagai alat yang dapat kita gunakan untuk mengurangi emisi," ujarnya.

Sementara itu, realisasi program biodiesel nasional terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan April 2026, penyaluran biodiesel telah mencapai 3,90 juta kiloliter atau sekitar 24,9 persen dari total alokasi tahun ini yang ditetapkan sebesar 15,65 juta kiloliter.

Untuk mendukung implementasi B50, pemerintah juga melakukan peningkatan spesifikasi teknis bahan bakar. Kadar air diturunkan menjadi maksimal 300 ppm, sementara kandungan monogliserida dibatasi maksimal 0,47 persen massa guna menjaga performa mesin.

Selain itu, standar stabilitas oksidasi ditingkatkan menjadi minimal 900 menit agar kualitas bahan bakar tetap terjaga selama proses penyimpanan dan distribusi, termasuk ke wilayah-wilayah terpencil.

Pemerintah menargetkan seluruh uji jalan sektor otomotif selesai pada Juni 2026. Adapun pengujian pada sektor alat berat, perkeretaapian, dan sektor strategis lainnya akan berlangsung bertahap hingga akhir tahun.

Dengan hasil sementara yang menunjukkan kinerja mesin tetap andal dan aman, implementasi B50 diyakini menjadi tonggak baru dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi sekaligus memperkuat posisi sebagai pelopor penggunaan biodiesel berbaur tinggi di dunia.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks