Pencarian

Podcast Kelupas

Teringat Memori Memalukan sebelum Tidur, Ini Penjelasan Fenomenanya

Kamis, 28 Mei 2026 • 05:23:57 WIB
Teringat Memori Memalukan sebelum Tidur, Ini Penjelasan Fenomenanya
Ilustrasi mimpi.

RIAUAKTUAL (RA) - Hal memalukan sering muncul kembali menjelang tidur, meski sudah terjadi bertahun-tahun lalu. Saat suasana mulai tenang, otak lebih mudah memutar ulang pengalaman yang belum sepenuhnya diproses.

Tubuh mungkin sudah lelah, tetapi pikiran tetap aktif memikirkan kesalahan dan kecemasan lama. Menurut psikologi, kondisi ini berkaitan dengan pola pikiran berulang dan kecenderungan otak lebih fokus pada pengalaman negatif.

Melansir dari Autism Awareness Centre, pola pikiran berulang yang sulit dihentikan sebagai “perseverative thinking” saat menghadapi stres. Pola ini mencakup penyesalan masa lalu, kekhawatiran masa depan, dan evaluasi diri yang terus berulang.

Pikiran yang terus-menerus muncul bisa terjadi karena seseorang mungkin sedang berusaha mengatasi stres, memproses informasi, mengalihkan perhatian. Dia tidak bisa berhenti memikirkan hal-hal tertentu, atau tidak bisa mengendalikan perilakunya.

Untuk memahami lebih lanjut, berikut 5 alasan kenapa memori memalukan seringkali muncul sebelum tidur. Simak alasan berikut, mengutip dari RRI.

1. Siang hari terlalu sibuk sampai tidak sempat memproses pikiran

Kesibukan sepanjang hari membuat seseorang terus berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Fokus yang padat sering membuat pikiran dan emosi tidak sempat diproses dengan tenang.

Saat malam tiba, berbagai pikiran tertahan mulai muncul ketika suasana berubah lebih sunyi. Akibatnya, otak tetap aktif meski tubuh sebenarnya sudah lelah dan ingin beristirahat.

2. Otak manusia memiliki bias negatif

Otak manusia cenderung lebih mengingat pengalaman buruk dibandingkan pengalaman menyenangkan dalam hidup. Psikologi menyebut kondisi ini sebagai bias negatif yang berkembang sejak masa awal manusia.

Pikiran negatif sebelum tidur juga dipengaruhi kebiasaan cemas saat mencoba beristirahat setiap malam. Akibatnya, tubuh terbiasa tetap terjaga dan sulit merasa tenang menjelang waktu tidur.

3. Tubuh lelah, tapi mental masih tegang

Kelelahan fisik tidak selalu membuat pikiran ikut tenang dan mudah beristirahat. Stres dan tekanan harian sering membuat otak tetap aktif meski tubuh sudah mengantuk.

Kondisi tersebut membuat seseorang sulit tidur nyaman dan sulit merasa benar-benar rileks. Akibatnya, kualitas istirahat menurun dan tubuh lebih mudah merasa lelah keesokan harinya.

4. The Rumination-Prone: Mudah terjebak lingkaran pikiran

Sebagian orang cenderung terus mengulang pikiran dan kenangan secara berlebihan tanpa tujuan jelas. Kondisi ini membuat otak sulit berhenti memikirkan hal yang sebenarnya tidak lagi bermanfaat.

5. The Socially Sensitive: Mudah cemas dengan interaksi sosial

Orang dengan kepribadian ini sangat memikirkan penilaian dan respons sosial dari orang lain. Saat malam tiba, mereka sering mengulang percakapan dan mempertanyakan sikapnya sepanjang hari.

Meski terasa sepele, rasa malu yang terus muncul bisa memengaruhi kualitas tidur dan kondisi mental seseorang. Karena itu, penting memberi waktu bagi pikiran untuk beristirahat dan memproses emosi dengan lebih sehat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks